BANGKALAN, RadarMadura.id – Tahun ini pemerintah akan merealisasikan program Sekolah Rakyat (SR). Berdasar informasi yang beredar, program SR terbagi dalam tiga tahap. Yaitu satu A, B, dan C.
Di Bangkalan, program SR diproyeksikan masuk pada tahap satu C dan ditargetkan berlangsung pada September mendatang. Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan sudah menerima data calon murid untuk dilakukan verifikasi dan validasi (verval).
”Jumlah calon murid yang harus diverval sebanyak 20.240 orang,” kata Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Bangkalan Muhammad Aminullah.
Menurutnya, ribuan anak usia sekolah tersebut terdiri dari semua tingkatan. Mulai usia sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Namun pada periode pertama, proses verval fokus pada anak usia sekolah menengah pertama (SMP).
”Sebab, kami mempertimbangkan kapasitas Balai Diklat BKPSDM. Kemungkinan, pada periode pertama yang akan dibuka dua rombel yaitu untuk tingkat SMP dulu,” ulasnya.
Dijelaskan, para murid SR nantinya akan ditempatkan di asrama. Semua biaya selama menjalani pendidikan akan ditanggung pemerintah. Mulai dari kebutuhan sekolah dan makan tiga kali dalam sehari.
Target utama program SR adalah anak-anak dari keluarga miskin dengan mengacu pada desil yang ada dalam data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Sehingga, anak-anak dari kalangan keluarga kurang mampu tersebut bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
”Tidak harus mereka yang putus sekolah, yang penting masuk DTSEN. Makanya, verval dilakukan karena salah satu tujuannya untuk minta persetujuan keluarga,” tegasnya.
Ketua Dewan Pendidikan (DP) Bangkalan Abdillah Rahman berharap keberadaan program SR nantinya dapat menjadi solusi untuk mengatasi angka anak putus sekolah. Sebab, Bangkalan menjadi kabupaten ketiga tertinggi di Jawa Timur, yakni 13.785 anak.
”Selain itu, tenaga pendidik yang disiapkan harus kompeten. Sehingga, tujuan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas benar-benar tercapai. Bukan berorientasi pada proyek,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti