BANGKALAN, RadarMadura.id – Lapangan pekerjaan di Bangkalan terbagi tiga sektor. Yakni, sektor pertanian, jasa dan manufaktur. Berdasar Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024, penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian mengalami penyusutan, angkanya 0,26 persen.
Pada 2023, sektor pertanian mampu menyerap 46,55 persen, dari jumlah penduduk yang bekerja 571.161 orang. Sementara di 2024 hanya 46,29 persen. Jumlah penduduk yang bekerja 574.661 orang.
”Penurunan serapan tenaga kerja juga terjadi di sektor manufaktur, angkanya mencapai 0,84 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bangkalan Insaf Santoso Minggu (15/6).
Pada 2023, serapan tenaga kerja (naker) di sektor jasa berada di angka 15,98 persen. Sementara pada Agustus 2024 berkurang menjadi 15,15 persen.
Sedangkan lapangan pekerjaan di sektor jasa mengalami peningkatan. Buktinya, di 2024 angka 38,56 persen, sedangkan di 2023 hanya 37,46 persen.
”Penduduk yang bekerja di 2024 bertambah sebanyak 3.500 orang dibandingkan 2023, atau meningkat sebesar 0,61 persen,” imbuhnya
Ketum PC PMII Bangkalan Abdul Holik mendesak pemkab untuk membuat terobosan dalam upaya memperlebar lapangan pekerjaan di Kota Salak. Mengingat tingkat pengangguran di Bangkalan masih terbilang tinggi.
”Angkanya mencapai 5,35 persen dari jumlah angkatan kerja pada Agustus 2024, atau 607.130 orang. Artinya, harus ada terobosan bagaimana sektor pertanian, manufaktur, dan jasa dapat menyerap tenaga kerja dengan maksimal,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti