KOTA, RadarMadura.id – Pemanfaatan bus Trans Bangkalan tidak efektif. Indikasinya, tidak banyak masyarakat yang memanfaatkan moda transportasi tersebut.
Dengan demikian, pemerintah berencana mengalihkan pemanfaatan bus pelat kuning tersebut. Dari angkutan menjadi bus pariwisata.
Kepala Dishub Bangkalan Akhmad Roniyun Hamid menyampaikan, ada beberapa opsi yang disiapkan untuk memaksimalkan pemanfaatan aset tersebut.
Di antaranya dialihfungsikan menjadi bus pariwisata. Dengan catatan harus mengubah pelat nomornya supaya menjadi transportasi umum.
”Itu rencana yang kami tawarkan untuk pengelolaan bus Trans Bangkalan,” ujarnya kemarin (11/5).
Instansinya juga menawarkan opsi agar bus Trans Bangkalan itu dilelang. Hasil penjualannya dapat digunakan untuk pengadaan kendaraan umum yang berukuran lebih kecil sehingga tetap terintegrasi dengan Trans Jawa Timur (Jatim).
”Secara perawatan lebih murah jika bus yang digunakan lebih kecil dan kondisinya baru,” sambungnya.
Pria yang akrab disapa Oon itu mengaku lembaganya siap mengelola aset milik daerah tersebut.
Namun, pemerintah juga harus memikirkan biaya pemeliharaan kendaraan tersebut. Apalagi, kendaraan yang dibeli menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tersebut sudah makin berumur.
”Perawatan bus yangs udah kemakan usia juga membengkak. Jadi, kami sarankan untuk dilelang dan membeli unit baru yang lebih kecil,” ucapnya.
Ketua Komisi I DPRD Bangkalan Fadhurrosi mengaku setuju jika aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan itu dilelang.
Apalagi, penggunaannya sebagai transportasi umum selama ini tidak maksimal. ”Kami sarankan agar bus Trans Bangkalan dilelang saja,” sarannya. (za/jup)
Editor : Achmad Andrian F