BANGKALAN, RadarMadura.id – Pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT) koperasi dijadwal hingga akhir Maret.
Berdasarkan data Diskop Umdag Bangkalan, terdapat puluhan koperasi yang tidak melaksanakan RAT.
Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Achmad Siddik menyampaikan, koperasi harus melaksanakan RAT setiap tahun.
Pelaksanaannya bisa digelar antara Januari hingga Maret. Namun, hingga sekarang masih banyak yang belum melakukan RAT.
Dia mengutarakan, jumlah koperasi di Bangkalan ada 159 koperasi. Yang sudah melaksanakan RAT hanya 72 koperasi.
”Koperasi dapat dikatakan aktif apabila melaporkan hasil RAT,” tuturnya.
Menurutnya, ada dua jenis koperasi di Bangkalan. Yakni, koperasi sekunder dan primer.
Jadwal pelaksanaan RAT koperasi primer dilaksanakan dalam triwulan pertama. Sedangkan koperasi sekunder dimulai triwulan kedua.
”Koperasi sekunder di Bangkalan hanya satu yaitu Koperasi PKP RI Bangkalan,” ungkapnya.
Dia mengaku sudah melakukan sosialisasi mengenai pentingnya RAT. Juga, mengingatkan koperasi yang belum melakukan RAT.
Sebab, pelaksanaan RAT yang tepat waktu sangat penting untuk perencanaan rapat anggaran rencana kerja (RARK).
”Kami hanya mengingatkan. Kalau untuk pelaksanaannya, itu tugas koperasi masing-masing,” paparnya.
Hasil laporan RAT akan diunggah ke online data system (ODS). Status koperasi yang telah melakukan laporan di ODS akan tercatat aktif.
Sedangkan yang tidak melaksanakan RAT, otomatis tercatat tidak aktif. Total koperasi yang tercatat di ODS ada 159.
Ketua II Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Melati Bangkalan Eko Prasetyo mengaku sudah melakukan kegiatan RAT awal 2025.
Saat ini ada 72 anggota yang aktif di koperasi simpan pinjam tersebut. ”Kami setiap tahun melaksanakan RAT. Saat ini memiliki 72 anggota,” pungkasnya. (din/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia