KOTA, RadarMadura.id – Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan kembali menggulirkan program bantuan modal usaha (BMU).
Program tersebut melekat di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan.
Program yang bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tersebut menyasar ratusan pelaku industri kecil menengah (IKM). Jenis bantuan yang disiapkan pemerintah berupa bantuan alat pendukung modal usaha.
Fungsional Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Disperinaker Bangkalan Dody mengatakan, saat ini institusinya sudah merekrut calon penerima BMU.
Pendaftaran dibuka sejak Senin (21/4) sampai Jumat (30/5). ”Anggaran yang disediakan tahun ini sekitar Rp 4,5 miliar,” katanya.
Menurut dia, program tersebut menyasar sekitar 400 pelaku IKM di Kota Salak. Menurut dia, kuota bantuan yang bersumber dari DBHCHT tersebut disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki institusinya.
”BMU yang diberikan berupa peralatan untuk mendukung operasional pelaku usaha,” paparnya.
Dia menjelaskan, tahun ini ada 13 kategori IKM yang akan mendapat bantuan peralatan tersebut.
”Calon penerima harus punya nomor induk berusaha (NIB), sertifkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, dan memiliki akun Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas),” terangnya.
Baca Juga: Satreskrim Polres Bangkalan Kejar Dua Residivis Kasus Curanmor
Syafiudin, pelaku IKM, mengungkapkan, dirinya sudah mengetahui pendaftaran BMU telah dibuka.
Namun, dia belum memenuhi syarat karena bukan peserta BPJS Ketenagakerjaan. ”Saya tidak mampu bayar iuran per bulan,” pungkasnya. (din/yan)
Editor : Achmad Andrian F