Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bupati-Wabup Pantau Pengerukan DAS Tunjung Burneh Bangkalan, Normalisasi Diprediksi Membutuhkan Waktu Dua Bulan

Berta SL Danafia • Kamis, 17 April 2025 | 15:17 WIB
SEMOGA LANCAR: Bupati Bangkalan Lukman Hakim didampingi wakilnya, Moch Fauzan Jafar menyiram air bunga ke alat berat yang digunakan untuk normalisasi DAS Tunjung, Kecamatan Burneh, Rabu (16/4).
SEMOGA LANCAR: Bupati Bangkalan Lukman Hakim didampingi wakilnya, Moch Fauzan Jafar menyiram air bunga ke alat berat yang digunakan untuk normalisasi DAS Tunjung, Kecamatan Burneh, Rabu (16/4).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Daerah aliran sungai (DAS) Tunjung, Kecamatan Burneh, dikeruk.

Normalisasi itu dipantau langsung Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama wakilnya, Moh. Fauzan Ja'far, Rabu (16/4).

Lukman menyatakan, normalisasi tidak hanya untuk mengatasi masalah banjir. Akan tetapi, juga untuk memenuhi kebutuhan air di lahan-lahan pertanian milik warga.

”Jadi normalisasi ini juga untuk mendukung sektor pertanian,” jelasnya.

Normalisasi DAS dilakukan dari Sungai Tunjung hingga sungai di Pondok Halim II.

Pengerukan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Jawa Timur (Jatim). Sebab, sungai merupakan kewenangan Pemprov Jatim.

”Akhirnya bisa dilaksanakan normalisasi hari ini. Karena lebih dari tiga tahun belum dilakukan normalisasi,” ujarnya.

Ke depan, normalisasi juga akan dilakukan di DAS lainnya. Utamanya, sungai yang mulai mengalami penyempitan akibat sedimentasi. Hal itu agar risiko banjir bisa terminimalkan.

Kabid Sungai, Waduk, dan Pantai Dinas PU SDA Provinsi Jatim Moh. Wazirruddin menyatakan, normalisasi Sungai Tunjung-Halim Perdanakusuma ditargetkan tuntas dalam waktu dua bulan. Sebab, panjangnya sekitar tiga kilometer.

”Pelaksanaan normalisasi kami bagi menjadi tiga sesi. Masing-masing sepanjang satu kilometer. Kami menurunkan satu unit ekskavator standar dan satu unit ekskavator mini long,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Abdul Halim mengaku mendorong Pemprov Jatim untuk mempercantik DAS Tunjung pada akhir 2024.

Keinginan itu akhirnya ditindaklanjuti Dinas PU SDA Jatim tahun ini. Ada beberapa usulan yang diperjuangkan politikus Partai Gerindra tersebut.

Mulai dari normalisasi sungai, betonisasi atau pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di sisi kiri dan kanan sungai, serta pembuatan trotoar.

Kemudian, pembangunan taman dan jogging track di sepanjang Sungai Tunjung Burneh menuju Kota Bangkalan.

Pada Jumat (17/1), Komisi D DPRD Provinsi Jatim bersama dinas PU SDA serta Pemkab Bangkalan datang ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan dan memetakan pengerjaan.

”Alhamdulillah, sudah ada action atau tindak lanjut dari Pemprov Jatim untuk memulai pekerjaan pertama, yaitu normalisasi sungai,” terangnya.

Politikus asal Bangkalan itu berjanji akan terus memperjuangkan usulan lainnya yang pernah dilontarkan ke pemprov.

Mulai dari pembangunan betonisasi, TPT sungai, pembuatan trotoar, taman dan pembuatan jogging track. Pekerjaan itu akan dilakukan secara multiyears.

Halim menambahkan, usulan pembangunan fasum tersebut untuk mempercantik area sungai.

Sehingga, bisa menjadi menjadi wahana wisata baru di Kota Salak. Selain itu, bisa menjadi sarana bagi masyarakat.

”Sarana tersebut nantinya akan berpotensi menumbuhkan perekonomian di Bangkalan,” katanya.

”Kami berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan Jatim di tengah efisiensi anggaran,” ucapnya.

Pihaknya mengajak pemkab, tokoh agama, dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan di Kabupatan Bangkalan.

”Semua elemen harus bergandengan tangan untuk kemajuan Jawa Timur, Madura, khususnya Bangkalan,” tutupnya. (bam/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#bangkalan #bupati #Sungai #Normalisasi #das