BANGKALAN, RadarMadura.id – Pesarean Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan menjadi salah satu objek wisata relegi paling ramai dikunjungi peziarah dari seluruh penjuru tanah air. Lokasinya di Desa Martajasah, Kecamatan Kota Bangkalan.
Syaikhona Kholil dikenal sebagai ulama tersohor. Tidak heran pesareannya dikunjungi banyak peziarah. Tokoh masyhur tersebut dijuluki sebagai bapak pesantren. Label itu tidak lepas dari banyaknya ulama terkemuka di bawah bimbingan Syaikhona Kholil.
”Santrinya banyak yang hebat menyebar dan mendirikan pondok di berbagai tempat,” ujar Wakil Ketua Pengurus Pesarean Syaikhona Kholil Mohammad Marqol Ulum tesrsebut.
Santri Syaikhona Kholil tersebar di berbagai daerah, khususnya di Pulau Jawa. Tokoh karismatik itu berhasil melahirkan santri-santri terkemuka di tanah air. Bahkan menyandang status sebagai pahlawan nasional.
”Pesantren Sidogiri, Lirboyo Ploso, Tebu Ireng, pendirinya merupakan santri Syaikhona Kholil. Salah satu santrinya yaitu KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU),” paparnya.
Syaikhona Kholil wafat di akhir 1925. Jasadnya sempat ingin dikebumikan di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah. Namun, rencana itu dibatalkan dan pemakaman dilakukan di Desa Martajasah, Kecamatan Kota Bangkalan. Hal itu merupakan permintaan putranya, yakni KH Imron bin Kholil.
”KH Imron memnita agar pemakaman Syaikhona Kholil dikebumikan di Martajasah. Alasannya, wilayah Martajasah merupakan tempat bermain Syaikhona pada masa hidupnya,” paparnya.
Saat ini Pesarean Syaikhona Kholil menjadi destinasi wisata religi. Setiap hari tidak pernah sepi peziarah. Tujuannya, bertawasul di maqbarah Syaikhona Kholil.
Harapannya, semua keinginan pengunjung bisa terwujud. ”Terbukti, banyak keinginan yang terkabulkan,” paparnya.
Setiap tahun masyarakat lokal rutin melaksnakan haul Syaikhona Kholil. Selain itu, mereka selalu melaksanakan salat Id di Masjid Syaikhona Kholil. ”Biasanya kalau salat Idul Fitri, masyarakat sekitar selalu ke Masjid Syaikhona Kholil,” pungkasnya. (din/jup)
Editor : Ina Herdiyana