BANGKALAN, RadarMadura.id – Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Cholil Bangkalan berada di daerah jantung Kota Salak.
Tepatnya di Jalan KH Muhammad Kholil, Kelurahan Demangan, Bangkalan. Pesantren yang didirikan pada 1957 ini dirintis oleh KH. Muntashor Kholil. Sekarang usia pesantren sekitar 68 tahun.
Tongkat estafet kepemimpinan pesantren sudah berganti tiga kali. Pertama, KH. Muntashor Kholil mengasuh sejak 1957 hingga 1.977.
Kedua, KH. Zubair bin KH. Muntshor memimpin pesantren sejak 1977 hingga 2023. Ketiga, KH. Abdullah bin KH Zubair Muntashor menjadi pengasuh sejak 2023 hingga sekarang.
Sebelum Ponpes Nurul Cholil berdiri, sudah ada tanda-tanda yang didawuhkan oleh KH. Imron Kholil saat menjadi pengasuh Ponpes Syaikhona Mohammad Cholil Bangkalan. Saat itu, KH. Imron Kholil pernah berkata kepada tiga santrinya.
”Akan ada cahaya bersinar di kediaman Kiai Muntashor,” ucap Qusairi, sekertaris Ponpes Nurul Cholil menirukan kalimat KH Imron Kholil.
Qusyairi mengutarakan, perintis sekaligus pengasuh pertama Ponpes Nurul Cholil merupakan menantu KH. Imron Kholil.
”KH. Muntashor pernah ditunjuk menjadi pengasuh Ponpes Syaikhona Kholil oleh KH. Imron Kholil setelah wafatnya Syaikhona Kholil,” tuturnya.
Pada masa kepemimpinan KH. Muntashor Kholil, sistem pendidikan Ponpes Nurul Cholil menggunakan metode salaf. Para santri hanya mengikuti kegiatan kajian kitab dengan sistem sorokan dan musyawarah.
Pada masa pengasuh kedua, pendidikan di Ponpes Nurul Cholil semakin berkembang. Ada beberapa pendidikan formal yang didirikan.
Di antaranya, MTs dan MA. Selain itu, ada pendidikan diniyah dan Ma’had Ali sebagai pendidikan tertinggi di lembaga pesantren.
”Jadi, selain sekolah pagi, sorenya santri juga masuk kelas melanjutkan pendidikan diniyah,” ujarnya.
Meski sudah menerapkan pendidikan formal, metode salaf tetap dipertahankan sebagai ruh pesantren. ”Sejak saya nyantri di sini pada 1980, sudah ada kegiatan bahtsul masail,” paparnya. (din/bil)
Editor : Achmad Andrian F