BANGKALAN, RadarMadura.id – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kecamatan Modung pada Selasa (18/3) sore menyisakan petaka.
Buktinya, terdapat empat gedung milik penduduk yang rusak pasca diterjang angin puyuh.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Modung Dedy Hari Kurniawan mengatakan, hujan deras disertai angin kencang mengguyur Modung sejak Selasa (18/3) sore. ”Hujan turun mulai pukul 14.40 hingga 20.00,” katanya.
Menurut dia, ada tiga desa yang terdampak dari insiden tersebut. Yakni Desa Patengteng, Patereman, dan Modung.
Sedikitnya ada empat bangunan yang rusak dan ada dua pohon tumbang. Juga, ada satu kawasan yang tergenang.
”Empat bangunan yang rusak itu terdiri atas dua rumah dan sisanya tempat usaha,” paparnya.
Dedy Hari Kurniawan menyatakan belum mengetahui secara terperinci dampak karambol dari bencana tersebut.
”Untuk sementara, tercatat ada empat bangunan yang rusak di Desa Patereman. Dan satu kawasan tergenang di Desa Modung. Di Desa Patengteng ada dua pohon tumbang dan menimpa rumah warga. Tapi, kerusakannya tidak terlalu parah,” katanya.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Taufik Efendi membenarkan bencana angin puyuh tersebut.
”Kejadiannya di Kecamatan Modung pada Selasa (18/3) sore,” paparnya.
Taufik Efendi mengaku belum menerima laporan dari pemerintah kecamatan atau pemerintah desa. Karena itu, tim dari BPBD Bangkalan tidak terjun ke lokasi.
”Kami belum menerima laporan. Tapi, kami sudah menanyakan ke salah satu warga. Informasi yang disampaikan warga, kerusakannya tidak terlalu signifikan,” pungkasnya. (din/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti