BANGKALAN, RadarMadura.id – Hujan disertai angin kencang merusak ruang rawat inap RSUD Syamrabu Bangkalan Rabu (19/3).
Beruntung, tidak ada satu pun pasien yang mengalami luka berat dari kejadian tidak terduga itu.
Pihak rumah sakit juga langsung bergerak cepat memindahkan pasien rawat inap dari gedung yang rusak.
Itu dilakukan agar pelayanan kesehatan tidak terganggu. Selain itu, supaya pasien tetap mendapat layanan terbaik.
”Kerusakan yang terjadi akibat angin puting beliung adalah plafon jebol. Yaitu, di ruang rawat untuk anak atau Irna Edelweis,” ujarnya.
Terdapat 36 pasien yang dirawat di gedung lama tersebut. Mereka dievakuasi ke beberapa ruangan.
Yaitu, ke Irna Bugenvil, Ruang Kartini dan high care unit (HCU). Pihaknya memastikan kejadian itu tidak menghambat proses pelayanan.
”Kami menyampaikan mohon maaf kepada masyarakat. Tapi, yang pasti kejadian itu disebabkan faktor alam dan tidak bisa kami duga sebelumnya. Kami memastikan pelayanan tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Plt Kalaksa BPBD Bangkalan Rizal Mardiansyah menyatakan, angin kencang tidak hanya merusak prasarana rumah sakit.
Beberapa rumah warga di Kelurahan Kraton juga terdampak angin ribut.
”Kami masih di lapangan (lokasi terdampak angin puting beliung),” ujarnya.
Hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang berpotensi masih akan terjadi beberapa hari ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Bangkalan.
”Kami imbau masyarakat untuk turut berhati-hati,” katanya. (jup)
Editor : Fatmasari Margaretta