BANGKALAN, RadarMadura.id – Program pendidikan Ponpes Tahfidzul Qur’an Darul Hijjah Hidayatullah Bangkalan tidak seperti pesantren pada umumnya. Program di pesantren yang berusia 25 tahun ini hanya fokus menghafal Al-Qur’an.
Pengasuh Ponpes Darul Hijjah Hidayatullah Mohammad Johan Alfarisi menyampaikan, di pesantren tidak menyediakan lembaga formal.
Santri yang mondok di pesantren tersebut hanya berfokus pada hafalan Qur’an. Santri bisa menghafal 15 juz Al-Qur’an dalam 3 tahun.
”Selain menghafal Al-Qur’an, santri di sini juga mendalami ilmu diniyah,” ujarnya.
Johan mengutarakan, jumlah santrinya tidak banyak. Mayoritas berasal dari luar Madura. Santri yang berdomisili Bangkalan hanya dua orang, sisanya dari luar Pulau Madura, seperti Kalimantan, Surabaya, dan Papua.
Santri juga bisa mengikuti kegiatan pendidikan formal seperti sekolah. Sebab, pesantren tersebut ikut induk di SMP Sabilush Sholihin.
”Jadi semua santri tetap bisa sekolah. Tapi, kami hanya menerima santri jenjang SMP,” tuturnya.
Johan mengungkapkan, masa libur pesantren mengikuti kalender nasional. Jadi kalau lembaga pendidikan nasional libur, kegiatan pesantren juga libur. ”Di Ramadan ini tetap ada kegiatan, karena kalender pendidikan masih aktif,” ungkapnya.
Program khusus Ramadan tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasanya. Selain murajaah dan kultum, ada juga kegiatan setoran hafalan.
”Saat weekend ada program pembelajaran bahasa Arab dan latihan pidato. ”Jadi, Sabtu dan Minggu ada kegiatan muhadarah dan percakapan bahasa Arab,” terangnya.
Santri juga sering ikut event lomba tahfiz tingkat kabupaten maupun provinsi. Event di tingkat kabupaten, santri Ponpes Darul Hijjah Hidayatullah pernah meraih juara.
”Pada 2023 pernah juara tingkat kabupaten, juga beberapa kegiatan event lainnya tingkat Jawa-Bali,” tukasnya. (din/bil)
Editor : Achmad Andrian F