SUMENEP, RadarMadura.id – Perawatan puluhan pohon durian milik Rusydi terbilang mudah. Dia hanya menggunakan pupuk NPK mutiara yang dicampur dengan sekam padi dan kotoran ayam.
Baginya, perawatan pohon durian sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya besar. Meski demikian, tetap menghasilkan buah dengan kualitas bagus.
Di samping perawatan yang mudah, dia juga harus mengantisipasi hal yang mudah membuat batang pohon durian mati.
Yakni, hama yang membuat kebusukan. Biasanya disebabkan oleh hama yang membawa ulat dan mengakibatkan busuk batang.
”Jika tidak segera ditangani, pohon durian bisa cepat mati. Jadi harus diantisipasi dan harus rutin dicek,” urainya.
Rusydi mengawali berkebun durian sejak 2007 secara otodidak. Sebab, dia melihat tekstur tanah di sekeliling rumahnya cocok untuk ditanami buah-buahan seperti durian.
Ada sekitar 11 pohon durian stek yang waktu itu dia tanam. Semua tidak ada yang bertahan alias mati. Akhirnya dia mencari biji durian dan disemai.
Proses itulah yang justru berhasil. ”Karena tanam durian stek tidak berhasil, akhirnya saya cara biji durian di pinggir jalan, atau di tempat orang jual durian kala itu,” kenangnya.
Untuk menghasilkan buah, dia harus menunggu 8–10 tahun. Sebab, durian yang ditanam mulai biji memang membutuhkan waktu lama.
Berbeda dengan pohon durian stek. Pohon durian yang ditanam kala itu tidak dia ketahui jenisnya. Dia menyebutnya itu adalah durian lokal.
”Untuk jenis saya tidak tahu pasti durian apa yang saya tanam waktu itu, tapi alhamdulillah berhasil dan berbuah meskipun membutuhkan waktu yang lama,” katanya. (za/luq)
Editor : Achmad Andrian F