BANGKALAN, RadarMadura.id – Penjabat (Pj) Bupati Bangkalan Arief M. Edie mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Buktinya, pemkab sudah mengalokasikan anggaran Rp 4 miliar untuk menyukseskan program tersebut.
Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie menyatakan, sebelum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pemerintah daerah menyediakan anggaran program MBG, pihaknya sudah lebih awal menyiapkan anggaran untuk program tersebut dan sudah dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025. ”Sudah masuk APBD 2025,” katanya.
Menurut dia, gaji tenaga kontrak yang terlibat dalam program MBG tersebut juga sudah dianggarkan. Saat ini pihaknya masih menunggu seleksi dan petunjuk lanjutan dari Kemendagri.
”Anggaran yang ada akan digunakan setelah ada petunjuk dari Badan Gizi Nasional (BGN),” lanjutnya.
Dia menjelaskan, Pemkab Bangkalan juga sudah menyetorkan nama calon katering yang akan menjadi mitra program MBG. Selain APBD, program tersebut didukung oleh dana desa (DD).
Misalnya, dialokasikan untuk tanaman sayuran atau bahan pokok lainnya, nanti bisa bekerja sama dengan BGN. Jika pemerintah desa sudah menyiapkan bahan pokok, nanti bisa beli kepada mereka,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan Ismet Effendi mengatakan, pihaknya masih melaksanakan rapat dengan DPMD Jawa Timur untuk kejelasan penggunaan DD sebesar 20 persen tersebut.
Sebab, hingga saat ini belum ada ketentuan tertulis mengenai penggunaan DD sebesar 20 persen.
”Kalau untuk ketahanan pangan memang dari dulu. Tapi untuk perinciannya, apakah akan digunakan untuk pertanian atau penyediaan bahan pokok, belum ada keputusan secara tertulis,” ucapnya.
Dia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan sosialisasi kepada kepala desa (Kades) perihal pengalokasian DD sebesar 20 persen tersebut. Sebab, khawatir ada perubahan di tengah jalan.
”Belum dimasukkan dalam anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Semua Kades masih menunggu dananya akan dimasukkan ke APBDes,” tandasnya. (za/yan)
Editor : Ina Herdiyana