BANGKALAN, RadarMadura.id – Anggaran pembangunan gedung perpustakaan daerah (perpusda) Bangkalan fantastis. Nilainya mencapai Rp 10,746 miliar.
Dana jumbo itu berasal dari dua sumber anggaran, yakni APBD dan dana alokasi khusus (DAK).
Anggaran itu dipecah menjadi empat paket. Yakni, untuk perencanaan, pengawasan, pembangunan fisik, dan pengadaan urukan.
Program yang melekat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bangkalan itu mulai ditender di penghujung 2024.
Kepala DPMPTSP Bangkalan Ainul Gufron mengakui mendapat alokasi APBD dan DAK itu.
Mayoritas anggarannya bersumber dari dana transfer. Sementara pemkab hanya menyediakan lahan, menyusun perencanaan, dan pengawasan
”Yang murni dari DAK Rp 9,8 miliar. Sedangkan yang dari APBD untuk perencanaan, pengawasan, dan pematangan lahan,” sambungnya Selasa (21/1).
Perpusda akan dibangun di lokasi baru. Yakni, di Kelurahan Bancaran. Pembangunannya akan dilakukan di lahan milik Pemkab Bangkalan. Luas lahannya sekitar satu hektare.
”Luas lahannya sekitar satu hektare lebih yang akan dimanfaatkan untuk lokasi pembangunan perpusda tersebut,” imbuhnya.
Pembangunan infrastruktur literasi itu diharapkan bisa meningkatkan minat dan baca generasi penerus. Apalagi jika pembangunan infrastruktur fisik gedung sudah tuntas.
”Nanti juga akan direncanakan, untuk kantor perpusda akan dijadikan satu kantor,” jelasnya. (din/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia