BANGKALAN, RadarMadura.id – Jebakan senar nilon di Jembatan Suramadu kembali memakan korban. Baru-baru ini, warga Kecamatan Tragah, Bangkalan, menjadi korban Minggu (19/1) sekitar pukul 17.00. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian lehernya.
Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono membenarkan adanya peristiwa itu di Jembatan Suramadu. Namun, korban belum membuat laporan resmi ke pihak berwajib.
Namun, pihaknya langsung menerjunkan anggota ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan.
”Tadi malam saya perintahkan Kasatreskrim untuk datang langsung ke TKP,” ungkapnya Senin (20/1).
Setelah dicek, anggotanya menemukan beberapa benang yang terikat pada pagar jembatan. Pihaknya juga melakukan patroli dan menemukan beberapa pemancing di lokasi kejadian.
Polisi meminta masyarakat memancing di jembatan terpanjang di Asia Tenggara itu. ”Khawatir terjadi hal-hal serupa dan saling menuduh,” sambungnya.
Pihaknya juga akan berkirim surat ke beberapa instansi terkait untuk ikut serta mengamankan dan merespons persoalan tersebut.
”Kami akan melaksanakan rapat koordinasi untuk bersama-sama menjadi keamanan di Suramadu,” janjinya.
Ketua PC PMII Bangkalan Abd. Holik menyatakan, jebakan senar nilon di jembatan penghubung antara Madura dan Surabaya itu sangat meresahkan masyarakat.
Semua itu disebabkan kelalaian aparat kepolisian di wilayah hukum Polres Bangkalan.
Mestinya, keamanan menjadi atensi Korps Bhayangkara. ”Entah itu senar yang memang sengaja dipasang atau hanya senar layangan, polisi harus bertanggung jawab atas keamanan di Bangkalan,” ujarnya.
Holik juga mendesak Kapolres Bangkalan bekerja lebih ekstra dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Zikir dan Salawat. Misalnya, meningkatkan patroli malam untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
”Kasus pencurian sepeda motor di area Telang juga harus menjadi atensi agar tidak terus-menerus terjadi,” pintanya. (za/jup)
Editor : Ina Herdiyana