BANGKALAN, RadarMadura.id – Dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk sekolah dasar (SD) dianggarkan setiap tahun.
Tahun ini, jumlah sekolah yang kecipratan dana tersebut sebanyak 614 lembaga. Total anggaran mencapai Rp 99 miliar.
Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan Ali Yusri Purwanto menyampaikan, tahun ini dana BOS untuk SD belum dicairkan.
Tahapan saat ini masih proses penyusunan perencanaan di Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) dan Manajemen Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (Markas).
”Sementara belum direalisasikan karena masih proses di ARKAS dan Markas,” ujarnya Kamis (16/1).
Dia mengaku belum mengetahui mengenai petunjuk teknis (juknis) pencairan dana BOS. Karena itu, pihaknya tidak tahu apakah ada perubahan atau tidak.
Namun, pihaknya menargetkan dana BOS sudah bisa dimanfaatkan pada Februari mendatang.
Yusri mengungkapkan, pihaknya membina 614 SD. Semuanya tercakup dalam dana BOS.
Jumlah penerima dana tersebut sama dengan tahun sebelumnya. Anggarannya juga hampir sama.
Anggaran dana BOS SD 2025 capai Rp 99.111.000.000. Sementara pagu tahun lalu berkisar Rp 99 miliar.
”Meski ada perubahan, tidak terlalu signifikan. Meskipun ada siswa baru, pergeserannya tidak jauh berbeda,” ungkapnya
Yusri berharap agar segera menyelesaikan pengisian ARKAS dan Markas yang disusun.
Sebab, dana BOS tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan siswa.
”Setiap anggaran negara harus dipertanggungjawabkan. Kemungkinan awal tahun ini ada pemeriksaan dari BPK yang akan turun ke sekolah,” tuturnya.
Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman mengimbau agar dana BOS digunakan sesuai aturan.
Dia juga meminta dispendik untuk mempercepat realisasi dana BOS.
”Dana ini untuk kebutuhan siswa. Jadi realisasinya harus sesuai juknis,” pesannya. (din/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti