BANGKALAN, RadarMadura.id – Singkong termasuk umbi-umbian yang bisa diolah menjadi banyak menu.
Diana P Harmadi dan Indah Sari J memanfaatkan ketela pohon itu menjadi beragam jajanan tradisional.
Usaha kuliner itu berhasil mengisi dompet hingga ratusan ribu tiap harinya.
Warga Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Bangkalan, itu mengembangkan usaha itu karena banyak singkong di daerahnya tidak terolah.
Karena itu, muncul ide untuk mengolah menjadi makanan tradisional dengan bahan utama singkong.
”Mengingat zaman dulu penuh kenangan sama orang tua, kakek dan nenek jajan di pasar, akhirnya kami mutusin buat jualan jajanan tradisional sekalian melestarikan dan mengenalkan jajanan jadul ke generasi muda,” ungkap Diana P Harmadi kepada JPRM, Sabtu (4/1).
Perempuan berhijab itu memulai usahanya Juni 2024. Saat ini ada lima jenis makanan yang dijual.
Yaitu getuk lindri, srawut singkong, cenil, klepon, dan ongol-ongol. Diana mengetahui cara mengolah makanan tradisional itu belajar dari ibunya.
”Saya belajar membuatnya dari Mamak City (ibunya). Kebetulan hobi masak dan suka buat makanan tradisional,” terangnya.
Sebelumnya, Diana hanya menjual setiap hari Minggu di Alun-Alun Bangkalan.
Saat ini usahanya tersebut berkembang dan buka setiap hari di beberapa lokasi.
Selain buka stan, perempuan 30 tahun itu memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk jualannya.
”Sampai saat ini alhamdulillah kami bisa buka tiga stan di tiga lokasi berbeda,” ungkapnya.
Diana menjual jajanan jadul tersebut setiap hari mulai dari pukul 06.00 hingga 11.00.
Dia dibantu oleh tiga karyawan. Dia menjual makanan tersebut dengan harga Rp 5.000 per mika. Setiap hari bisa mendapatkan Rp 750 ribu dari tiga stan.
”Alhamdulillah, kami saat ini sudah mempunyai enam karyawan. Tiga orang bagian dapur dan tiga lagi jualan di stan,” terangnya.
Diana banyak mendapat banyak pengalaman dari usahanya.
Mulai belajar me-manage keuangan dan bisa belajar membangun usaha yang baik. Selain itu, dia bersyukur bisa membuka lapangan pekerjaan.
”Yang paling penting kita senang banget dapet review baik dan puas dari customer. Dan biss membuat pelanggan senang karena bisa nostalgia waktu muda karena sering makan jajanan tersebut,” pungkasnya. (din/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti