BANGKALAN, RadarMadura.id – Serapan pupuk subsidi tahun 2024 di Bangkalan belum maksimal.
Indikasinya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan mencatat serapan pupuk urea 76 persen dan untuk NPK 52 persen.
Informasinya, kuota pupuk subsidi tahun ini sudah ditentukan. Namun, jumlahnya menyusut jika dibandingkan tahun 2024.
Kuota pupuk subsidi tahun ini sebanyak 40.883 ton. Padahal, kuota pupuk subsidi pada 2024 mencapai 42.997 ton.
Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Dispertapahorbun Bangkalan C. Hendry Kusuma Karyadintata tidak menampik serapan pupuk subsidi di 2024 belum maksimal.
Dikatakan, hingga akhir 2024, serapan pupuk subsidi hanya 27,687 ton. Perinciannya, pupuk urea 17,387 ton dan NPK 10,600 ton.
”Sampai Senin (30/12/2024), serapan untuk pupuk urea 76 persen dan NPK 52 persen,” katanya.
Menurutnya, kuota pupuk subsidi pada 2025 sudah ditentukan dan jumlahnya mencapai 40.883 ton.
Perinciannya, pupuk urea 21.783 ton dan pupuk NPK 19.100 ton.
”Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, pada 2024, kuota pupuk urea 22.897 ton dan NPK 20.100 ton,” paparnya.
Karyadinata mengatakan, jika merujuk kuota pupuk tahun ini, dia mengeklaim stoknya masih aman dan mampu mencukupi kebutuhan petani di Bangkalan.
”Kementerian Pertanian menjanjikan penyaluran pupuk subsidi sudah bisa ditebus mulai 1 Januari,” katanya.
Dijelaskan, penyaluran pupuk subsidi bisa dilakukan jika sudah ada penerbitan SK alokasi, penyebaran rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK), dan yang terakhir data alokasi baru di 2025 atau penyusunan rencana definitif kelompok (RDK).
”Sudah bisa diajukan melalui aplikasi penebusan pupuk,” ujarnya.
Ditambahkan, program Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan sudah bergulir sejak awal 2025.
Dia berharap setiap petani bisa menggunakan pupuk sesuai dengan kebutuhan.
Sehingga, petani Bangkalan bisa menyokong kebutuhan pangan di Jawa Timur (Jatim).
”Pada bulan ini sudah ada beberapa petani yang panen raya. Sebab, kami sudah menganjurkan petani untuk menanam lahannya pada akhir 2024 lalu,” tandasnya. (din/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti