BLEGA, RadarMadura.id – Polemik surat teguran yang dilayangkan Kepala Desa (Kades) Lombang Laok Machfud kepada empat orang perangkatnya belum terselesaikan. Kini giliran Camat Blega Mohammad Komari yang turut angkat bicara.
Komari menyatakan, surat teguran yang dilayangkan kepada empat perangkat Desa Lombang Laok merupakan kewenangan Kades.
Salah satu pemicu problemnya adalah perbedaan sikap politik antara kades dengan empat orang perangkatnya
”Perangkat yang diberi surat teguran berbeda dukungan pada saat pemilihan kepala desa (pilkades),” ujarnya.
Surat teguran yang dilayangkan bertujuan agar empat perangkat desa itu memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya. Apalagi, perangkat desa itu menerima honorarium dari anggaran dana desa (ADD).
“Semestinya mereka (perangkat desa) tidak menunggu informasi dari Kades karena perangkat desa seharusnya menjemput bola saat ada kegiatan,” katanya.
Selama ini, urusan administrasi masyarakat dilaksanakan di rumah Kades Lombang Laok. Sementara balai desa tidak difungsikan karena berbagai faktor.
Misalnya, susah sinyal serta sarana dan prasarana (sarpras) tidak begitu mendukung.
Surat teguran yang dilayangkan kepada empat perangkat Desa Lombang Laok itu hanya meminta agar kooperatif dan melaksanakan tugasnya dengan baik.
Namun, bukannya datang dan melakukan klarifikasi kepada kepada Kades, perangkat desa justru memviralkan persoalan itu.
Kades Lombang Laok Machfud menyatakan, surat teguran yang dilayangkan bukan tanpa alasan.
Melainkan empat perangkat desa itu tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik. Bahkan sering absen pada saat ada kegiatan desa.
Sebelum melayangkan teguran, Machfud sudah memberikan teguran secara lisan dengan mengajak sesepuh desa setempat. ”Tapi karena tidak direspons dengan baik, akhirnya kami kasih surat teguran,” ucapnya.
Machfud mengaku perangkat desa yang diberi surat teguran memang tidak mendukungnya saat pilkades.
Namun, dia tetap mempertahankan mereka sebagai perangkat desa. Karena itu, surat teguran tersebut bertujuan agar perangkat desa itu melaksanakan tugasnya dengan baik.
”Saya berharap setelah ditegur mereka datang baik-baik ke saya, tapi malah melayangkan surat kontra teguran,” paparnya.Baca Juga: Pokdakan Bertambah, Bantuan Nihil
Perangkat Desa Lombang Laok Moch. Solehuddin membenarkan bahwa dirinya tetap menerima gaji. Namun, dia dan beberapa perangkat lainnya tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan desa.
”Baru ketika ada pengajuan pencairan dana desa (DD) kami diminta tanda tangan,” ketusnya.
Soleh menepis informasi adanya teguran secara lisan dari Kades lombang Laok. Dia menyalahkan informasi tentang adanya kunjungan Kades Machfud ke rumah perangkat desa. Machfud justru ingin perangkat desanya mengundurkan diri.
”Kedatangan Kades ke rumah apel ini bukan dalam rangka memberikan teguran secara lisan, tapi memberikan surat pengunduran diri kepada apel,” tandasnya. (za/jup)
Editor : Achmad Andrian F