BANGKALAN, RadarMadura.id – Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Prof. Safi’, S.H., M.H. dikukuhkan sebagai guru besar (Gubes) di bidang hukum perundang-undangan Selasa (24/12).
Pengukuhan gelar akademik tertinggi itu dilaksanakan dalam rapat senat terbuka yang digelar di Gedung RP Moh. Noer.
Pengukuhan orang nomor satu di UTM tersebut dihadiri beberapa tokoh.
Di antaranya, Hakim Agung Ansori, Gubenur Provinsi Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa, dan Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie, serta seluruh civitas academica UTM.
Safi’ meneteskan air mata saat menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai Gubes.
Dia merasa bangga terhadap pencapaian yang telah diraih. Semua itu tidak lepas dari dukungan orang-orang dekatnya.
Mulai dari orang tua, keluarga, guru, hingga Said Abdullah.
”Beliau-beliau banyak berjasa dalam mendukung saya hingga dinobatkan sebagai Gubes,” ujarnya.
Pencapaiannya sebagai Gubes merupakan sebuah keajaiban. Sebab, tidak pernah terlintas di pikirannya untuk bisa menjadi seperti sekarang.
Bahkan, bermimpi pun dulu tidak berani karena serba terbatas.
”Karena keterbatasan ekonomi, saya pernah nganggur selama empat tahun. Tapi, semua akan mungkin jika Allah berkehendak,” urainya.
Persiapan yang ditempuh untuk bisa memperoleh gelar akademik tertinggi butuh waktu yang tidak sebentar.
Dia mulai mempersiapkannya saat menerima jabatan lektor kepala.
Untuk mencapai Gubes, seorang doktor harus memiliki jabatan fungsional minimal lektor kepala dengan beragam persyaratan.
”Selain urusan pengajaran, pendidikan, penelitian, pengabdian, dan publikasi jurnal diakumulasi nilainya cukup atau tidak,” paparnya.
Safi’ berpesan kepada seluruh mahasiswa UTM untuk terus bekerja keras dan tidak mudah menyerah.
Kemudian, jangan berhenti untuk melakukan kebaikan. Sebab, semua itu akan mempermulus jalan menuju kesuksesan.
”Never give up, jangan pernah putus asa, harus bekerja keras dan tidak berhenti berbuat baik,” tuturnya.
Setelah menyandang status Gubes, Safi’ berkomitmen untuk terus melahirkan lulusan-lulusan yang tangguh, berakhlakul karimah, serta lulusan yang dibutuhkan oleh masyarakat, bangsa, dan negara. Yakni, lulusan yang memiliki nilai kebermanfaatan.
”Saya ingin UTM menjadi kampus yang sejajar dengan kampus ternama di Indonesia,” tandasnya. (za/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti