BANGKALAN, RadarMadura.id – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengukuhkan lima guru besar (Gubes) Kamis (21/11).
Momen sakral itu dilaksanakan di Gedung RP Moch. Noer UTM. Tiap Gubes menyampaikan orasi ilmiahnya di hadapan para tamu undangan.
Lima Gubes yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Achmad Amzeri, S.P., M.P. Dia dikukuhkan sebagai Gubes bidang pemuliaan tanaman.
Kemudian, Prof. Dr. Ir. Hj. Siti Fatimah., M.Si., Gubes bidang pemuliaan ketahanan terhadap cekaman faktor abiotik.
Kemudian, Prof. Dr. Aeri Rachmad, S.T., M.T., Gubes bidang kecerdasan buatan atau data science.
Selanjutnya, Prof. Dr. Rima Tri Wahyuningrum, S.T., M.T., Gubes bidang pengolahan citra digital, dan yang terakhir Prof. Dr. Zainul Hidayah, SPi., M.App.Sc., Gubes bidang sistem informasi geografis.
Rektor UTM Safi’ menyatakan, Gubes menjadi salah satu penilaian dalam pelaksanaan akreditasi perguruan tinggi (PT).
Bertambahnya Gubes juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap UTM.
”Lima fakultas di lingkungan UTM sudah memiliki guru besar semua, tinggal dua fakultas yang belum,” imbuhnya.
Safi’ berharap, para Gubes yang dikukuhkan bisa meningkatkan performa kinerjanya.
Bahkan, harus meningkat tiga kali lipat daripada akademikus yang belum bergelar Gubes.
Dia juga berharap, riset yang dilakukan tidak hanya berbasis output berupa publikasi jurnal.
Namun, lebih diarahkan pada outcome atau dampak positif terhadap kehidupan masyarakat.
”Makanya, riset yang dilakukan oleh Prof. Amzeri tentang jagung Madura itu sangat luar biasa dan membantu petani. Sebelumnya, satu hektare tanah bisa menghasilkan 2–3 ton jagung, setelah dikembangkan bisa naik menjadi 6–7 ton,” ujarnya.
Safi’ juga meminta agar riset inovasi jagung Madura segera dibuatkan proposal untuk dikirim ke Kementerian Pertanian (Kementan).
Sebab, sudah ada program yang menunjang hilirisasi hasil riset inovasi perguruan tinggi.
”Bahkan, Kementan siap mendanai dan membeli hasil panen. Kami berharap, riset semua dosen memiliki outcome yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” harapnya. (za/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti