Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Balai Penyluhan KB Labang Hadirkan Program Dashat Massku untuk Cegah Stunting

Achmad Andrian F • Kamis, 17 Oktober 2024 | 18:29 WIB

 

SEHAT BERSAMA: Balai Penyuluhan KB Kecamatan Labang dan TPPS Sendang Laok berfoto bersama dengan bumil dan baduta usai penyerahan PMT, Selasa (15/10). (BALAI PENYULUHAN KB KECAMATAN LABANG)
SEHAT BERSAMA: Balai Penyuluhan KB Kecamatan Labang dan TPPS Sendang Laok berfoto bersama dengan bumil dan baduta usai penyerahan PMT, Selasa (15/10). (BALAI PENYULUHAN KB KECAMATAN LABANG)

KOTA, RadarMadura.id – Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Labang menghadirkan inovasi baru untuk mempercepat pengentasan stunting.

Yakni, Dapur Sehat Atasi Stunting untuk Masyarakat Sejahtera dan Berkualitas (Dashat Massku).

Program itu dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa Sendang Laok, Selasa (15/10). Desa itu dipilih karena menjadi salah satu lokus stunting 2024.

Koordinator Penyuluhan KB Kecamatan Labang Sri Utami Hartiani menjelaskan, program Dashat Massku diimplementasikan dengan kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT). Sasarannya, ibu hamil (bumil) dan anak di bawah usia dua tahun (baduta).

”PMT yang diberikan berupa makanan makanan sehat kepada 28 baduta. Sedangkan untuk bumil terdiri atas susu khusus dan telur,” terangnya.

Pelaksanaan program pemberian PMT dihadiri beberapa unsur. Di antaranya, ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Sendang Laok Desyani. Kemudian, bidan desa Nurliza Mega Sintara.

Hartiani memaparkan, pemberian PMT bertujuan memenuhi kebutuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Selain itu, untuk pemenuhan anak gizi sejak dalam kandungan sampai anak berusia dua tahun.

”Sebagaimana kita tahu pemenuhan gizi dan pola pengasuhan yang baik dan benar pada 1.000 HPK sangatlah penting,” ujar perempuan yang biasa dipanggil Anik tersebut.

 Di masa 1.000 HPK terjadi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak yang sangat pesat. Maka, kekurangan gizi pada periode emas itu dapat mengakibatkan anak mengalami kegagalan pertumbuhan dan perkembangan alias stunting.

”Harapan dari program Dashat Massku yang dilaksanakan dapat meningkatkan gizi anak dan dapat mencegah kasus stunting. Utamanya di Desa Sendang Laok,” katanya. (jup)

Editor : Achmad Andrian F
#dashat massku #balai penyuluhan #KB #program #stunting