BANGKALAN, RadarMadura.id - Tidak lama lagi Kabupaten Bangkalan bakal menyusul tiga kabupaten lainnya dalam hal budidaya tembakau di Madura. Hal itu ditunjukkan dengan percontohan (demplot) yang sukses dilakukan di Kota Salak pada musim tanam tahun ini.
Sebanyak 2 hektar tembakau jenis Prancak 95 ditanam di Desa Alasrajah, Kecamatan Blega, Bangkalan. Dari dua hektar itu, hasil tembakau yang ditanam oleh kelompok tani (Poktan) Sido Makmur Alasraja dan Poktan Sido Makmur Alasrajeh ini cukup memuaskan. Semua tembakau banyak mengandung nikotin tinggi.
Suksesnya percontohan itu, membuat Dinas Perkebunan (Disbun) Jatim terus terdorong untuk mengawal budidaya tembakau di Kota Salak ini. Hal itu langsung dilontarkan oleh Kepala Disbun Jatim Dydik Rudi Prasetya, Senin (23/9).
Baca Juga: JPRM Dukung Bangkalan Jadi Sentra Baru Tembakau di Madura
Dia mengatakan Madura merupakan penghasil tembakau terbesar di Jawa Timur. Namun sayangnya, besarnya angka produksi itu tidak diikuti oleh Kabupaten Bangkalan selama ini.
"Makanya kami menginisiasi kegiatan inovasi tembakau lokal Madura ini di Bangkalan, agar Bangkalan bisa menjadi sentra baru tembakau di Madura," katanya saat ditemui pada panen perdana tembakau di Desa Alasrajah, Blega, Bangkalan," terangnya.
Dia mengatakan, adanya percontohan budidaya tembakau ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi petani lainnya bagaimana penerapan budidaya tembakau sesuai good agricultural practices (GAP dan good handling practices (GHP).
Dengan begitu, Rudi optimis Bangkalan yang selama ini tidak terdengar adanya petani tembakau, mulai tahun ini dan seterusnya bisa berkembang. Sehingga bisa memenuhi bahan pokok rokok kretek berkualitas yang dibutuhkan industri hasil tembakau (IHT).
"Harapan kami dengan berkembangnya usaha tani tembakau di Bangkalan maka kedepannya bisa akan menciptakan multiplayer effect yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian di Kabupaten Bangkalan," katanya.
Baca Juga: Lantik Pejabat Baru, Pj Bupati Sampang Ajak Tingkatkan Kinerja
Dia juga mengatakan, dalam proses pengembangan tembakau di Kota Salak, dia akan terus menggandeng APTI agar semua petani tembakau bisa terarah dalam ber budidaya tembakau.
Sementara itu Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie mengaku berterimakasih banyak kepada Disbun Jatim yang telah melakukan demplot tembakau di Kabupaten Bangkalan. Dia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendukung para petani tembakau yang sudah mulai muncul saat ini.
"Kita akan terus dukung dan kawal sehingga petani tembakau betul-betul bisa mandiri dan bisa terus berkembang," katanya.
Selain itu dia menegaskan juga sudah melakukan kordinasi dengan pemerintah Jatim untuk menggalakkan musim tanam tahun 2025 mendatang di Kabupaten Bangkalan.
"Melalui Disperta kita juga sudah berkirim surat untuk melakukan penanaman tembakau seluas 30 ha tahun depan. Mudah-mudahan ini terlaksana," pungkasnya. (gik/dry)
Editor : Hendriyanto