Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kabupaten Bangkalan Berhasil Sabet Program JKN, Angin Segar Bagi Warga Penderita Stroke

Amin Basiri • Kamis, 19 September 2024 | 23:39 WIB

Ibu Hananing Mahanani, pasien program JKN penderita stroke warga desa Banyuajuh Kabupaten Bangkalan
Ibu Hananing Mahanani, pasien program JKN penderita stroke warga desa Banyuajuh Kabupaten Bangkalan

Bangkalan, RadarMadura.id - Berjuta manfaat telah dirasakan oleh masyarakat Indonesia dengan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Terlebiih masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang telah mendapatkan predikat Universal Health Coverage (UHC).

Manfaat dari Program JKN ini banyak mendapatkan respon positif, salah satunya dari Hananing Mahanani (45).

Wanita yang biasa dipanggil dengan sebutan Oni ini tinggal di desa Banyuajuh Kabupaten Bangkalan.

Baca Juga: Pencairan Insentif Guru Madrasah di Bangkalan Buram

Beliau menceritakan pengalamannya saat melawan penyakit stroke dengan memanfaatkan Program JKN.

"Sewaktu selesai mengikuti pemilu, saya merasakan ada yang janggal. Tiba-tiba saya mengalami pusing dan tidak enak badan.

Karena ada yang janggal, saya lalu menyuruh anak saya untuk membelikan obat pereda sakit kepala. Habis minum obat, saya beristirahat, tapi kemudian tiba-tiba tangan saya terasa dingin,” ungkap Oni saat ditemui pada Kamis (01/08).

Oni langsung memanggil anaknya ketika kedua tangannya yang tiba-tiba dingin itu.

Pada saat anaknya menghampiri kamarnya, anaknya kaget ternyata mulut ibunya miring.

Oni pun sontak kaget, ternyata ia terkena serangan stroke . Dalam keadaan panik Oni meminta suaminya untuk memijatnya, tapi kemudian ia langsung merasa mual.

Baca Juga: RSUD Syamrabu Bangkalan Dilengkapi Sarpras Sterilisasi Canggih

Saat Oni kembali ke kamar tidurnya, dirinya merasakan sakit perut yang luar biasa sehingga dirinya berusaha menuju kamar mandi.

Namun kakinya tiba-tiba tidak bisa digerakkan. Saat ia berusaha bangun dirinya justru terjatuh dari kasur. Oni mengira dirinya akan mengalami lumpuh.

“Setelah saya minta dipijat sama suami saya, tiba-tiba saya merasa mual dan mengalami sakit perut.

Pada saat mau saat ke kamar mandi, kedua kaki saya tidak dapat digerakkan sehingga saya terjatuh dari kasur. Saya ingat saat itu semua orang panik,” ujarnya.

Oni langsung dibawa ke Puskesmas Kamal yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Dirinya langsung memperoleh pertolongan pertama oleh pihak medis dari Puskesmas Kamal.

Baca Juga: Waspadai Penyakit Cacar Monyet, Dinkes Jatim Sebar Surat Edaran

Petugas medis melakukan pemeriksaan dan berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut akhirnya Oni dirujuk ke RSUD Syarifah Ambani Rato Ebu Kabupaten Bangkalan.

Sebelum dirujuk ke RSUD, Puskesmas Kamal membantu dirinya untuk mendaftarkan diri sebagai peserta melalui Program JKN di Kabupaten Bangkalan.

Karena untuk mempermudah proses administrasi dan menghemat biaya pengobatan.

Sesampainya di RSUD Syamrabu Kabupaten Bangkalan, petugas melakukan pemeriksaan pada dirinya.

Setelah dilakukan pemeriksaan Oni diharuskan rawat inap sampai kondisinya benar-benar stabil.

Di sana, ia memperoleh penanganan yang cepat, tanggap, dan profesional dari petugas rumah sakit yang menanganinya.

Baca Juga: Dokter Poli Gigi RSUD Syamrabu Indah Nila Afiyanni Berbagi Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Hal itu pun membuat Oni terkesan dengan pelayanan terhadap pasien Program JKN.

“Petugas medis melakukan pemeriksaan saat saya datang, kemudian saya diharuskan rawat inap.

Saya memperoleh kamar di Ruang Sakura di Kelas 3. Walaupun kelas 3, saya memperoleh berbagai fasilitas tanpa dipungut biaya, seperti makanan dan obat-obatan pun gratis semua,” tutur Oni.

Oni bersyukur pada akhirnya kondisinya berangsur membaik, akhirnya Oni diperbolehkan pulang.

Meski demikian, dirinya diharuskan rutin melakukan kontrol setiap dua minggu sekali agar kondisinya dapat tetap stabil.

Oni tak percaya jika kini ia sudah tidak lumpuh dan dapat beraktivitas seperti semula.

"Ternyata berobat menggunakan BPJS Kesehatan itu tidak ribet, ternyata prosedurnya mudah.

Saya senang sekali dan saya sangat bersyukur karena pemerintah telah menanggung biaya pengobatan saya melalui Universal Health Coverage (UHC) Program JKN.

Terima kasih BPJS Kesehatan dan petugas medis yang telah melayani saya.

Semoga UHC ini dapat terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Oni.

Editor : Amin Basiri
#bangkalan #jkn #stroke #UHC