BANGKALAN, RadarMadura.id – Pencairan insentif guru madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) memasuki tahap dua.
Namun, realisasi insentif untuk pahlawan tanpa tanda jasa itu masih buram. Sebab, hingga saat ini belum cair.
Staf Tenaga Didik Kemenag Bangkalan Nur Rohman menyatakan, insentif guru merupakan program pemerintah pusat.
Pencairannya langsung ke rekening penerima. Dengan demikain, lembaganya tidak berwenang mencairkan insentif itu.
Saat ini guru honorer yang ada di bawah Kemenag Bangkalan 3.193. Mereka tersebar di 512 madrasah di Kota Salak.
Sedangkan yang menerima insentif adalah guru honorer yang tidak mendapat tunjangan sertifikasi.
Sementara jumlah guru yang mendapat insentif di setiap kabupaten dan kota di Indonesia berbeda-beda.
”Data (penerima insentif) tidak dikirim dari oleh pemerintah pusat. Jadi, kami tidak mengetahui jumlah guru yang mendapat insentif,” sambungnya.
Untuk mendapatkan insentif, guru honorer harus memenuhi beberapa kualifikasi. Di antaranya, lulusan sarjana.
Penentuan penerima juga mempertimbangkan jam tatap muka (JTM) dan tanggal mulai tugas (TMT) mengajar.
”Setiap guru dalam satu minggu JTM-nya enam jam. Sedangkan TMT-nya sudah mengajar selama lima tahun,” paparnya.
Di tempat terpisah, guru honorer MI Assyifa’, Kecamatan Kokop, Nuruddin menuturkan, insentif guru madrasah cair dua kali selama setahun.
Pencairan tahap pertama terealisasi. Sementara tahap kedua hingga saat ini belum ada kepastian.
”Saya belum mengecek pencairan kedua ini, tapi biasanya sudah cair,” ungkapnya.
Besaran insentif guru yang diterima di semester pertama 2024 hanya Rp 1.400.000. Pihaknya berharap pencairan tahap kedua segera terealisasi. ”Kalau bisa secepatnya bisa cair alhamdulillah,” tandasnya. (c5/jup)
Editor : Ina Herdiyana