Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Program Revitalisasi Madrasah Buram, Kemenag Bangkalan Tidak Tahu-menahu

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 17 September 2024 | 17:02 WIB
Grafis Lembaga Penerima Bantuan Sarpras. (SIGIT AP/JPRM)
Grafis Lembaga Penerima Bantuan Sarpras. (SIGIT AP/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Tiga madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan menjadi penerima program revitalisasi.

Namun, realisasi program dari Kemenag RI tersebut masih buram.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bangkalan Sulaiman menyatakan, ada 14 madrasah yang diajukan mendapat program revitalisasi.

Namun, yang dinyatakan lolos dan layak mendapat program itu hanya tiga lembaga (lihat grafis)

”Saya belum paham maksud program revitalisasi. Tapi, informasinya berupa pemenuhan sarana dan prasarana,” ujarnya.

Madrasah yang menjadi penerima program revitalisasi ditentukan langsung oleh pemerintah pusat.

Yakni, mengacu pada sistem informasi sarana dan prasarana (Sim-Sarpras) serta data education management information system (EMIS).

”Dua sistem tersebut merupakan aplikasi data yang dimiliki Kemenag RI,” terangnya.

Sulaiman menambahkan, 11 madrasah yang gagal mendapat program revitalisasi diduga karena datanya kurang lengkap.

Sebab, selama ini banyak madrasah yang mengalami keterbatasan SDM operator untuk mengisi data secara akurat di aplikasi Sim-Sarpras.

”Untuk memenuhi syarat di aplikasi, kadang banyak madrasah yang masih kesulitan,” sambungnya.

Tiga madrasah yang menjadi penerima program revitalisasi diminta mengunggah data oleh pemerintah pusat.

Namun, pihaknya tidak mengetahui secara pasti kapan program itu akan direalisasikan.

”Kami juga menunggu kabar dari pusat. Tapi, yang pasti ada tiga madrasah yang menerima program tersebut,” tuturnya.

Sulaiman berharap, khsusnya bagi tiga madrasah yang menerima bantuan tersebut agar bisa memanfaatkan dan melaksanakan dengan baik.

Juga dilakukan dengan petunjuk teknis (juknis).  ”Sehingga anak didiknya semakin nyaman belajar dan bisa meningkatkan kualitas pembelajaran dan bisa berprestasi,” pintanya. (c5/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#operator #madrasah #program #keterbatasan #mengunggah #revitalisasi #data #sdm #kemenag