BANGKALAN, RadarMadura.id – Sembilan lembaga swasta di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) mendapat program afirmasi. Dana yang dikucurkan pemerintah untuk sembilan lembaga penerima mencapai Rp 1,5 miliar.
Dana itu diproyeksikan untuk lima lembaga madrasah ibtidaiyah (MI) senilai Rp 826.120.000. Juga dialokasikan untuk empat madrasah tsanawiyah (MTs) Rp 744.408.000, (selengkapnya lihat grafis)
Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bangkalan Sulaiman menyatakan, lembaga yang menerima program afirmasi ditentukan langsung oleh pemerintah pusat.
Yakni, mengacu pada penilaian di Education Management Information System (EMIS) dan Sistem Informasi Sarana dan Prasarana Kemenag RI.
Awalnya ada sebelas madrasah yang masuk penerima program afirmasi dari pemerintah pusat. Kemudian, saat proses seleksi hanya sembilan madrasah yang dinyatakan layak menerima bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut.
Sulaiman memaparkan, anggaran program afirmasi dikhususkan untuk biaya rehabilitasi berat. Khususnya, madrasah yang tingkat kerusakanya 45–65 persen.
Kondisi fasilitas pendidikan di sembilan lembaga penerima program afirmasi sudah diketahui pemerintah melalui aplikasi Sistem Informasi Sarana dan Prasarana Kemenag.
”Nanti tinggal dicocokkan dengan datanya, apakah memang layak mendapat bantuan atau tidak,” jelasnya.
Pemanfaatan anggaran program afirmasi madrasah diswakelolakan. Sementara proses perencanaan dan pengawasannya ditentukan langsung oleh pemerintah pusat. Namun, yang pasti pemanfaatan anggaran itu harus sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).
”Sekarang proses upload dokumen rencana anggaran biaya (RAB) dari konsultan,” kata Sulaiman.
Anggaran program afirmasi direalisasikan dua tahap. Perinciannya, 70 persen dicairkan di tahap pertama dan 30 persen di tahap kedua.
Namun, pihaknya tidak tahu secara pasti kapan anggaran akan direalisasikan dan rehabilitasi sarana pendidikan madrasah dilanjutkan. ”Cuma saya berharap proyek itu bisa selesai tahun ini,” tandasnya. (c5/jup)
Editor : Ina Herdiyana