BANGKALAN, RadarMadura.id – Laboratorium milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan beroperasi cukup lama, tetapi belum berfungsi optimal. Sebab, peralatan di dalamnya belum lengkap.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) DLH Bangkalan Ismail menyatakan, sampai saat ini laboratorium itu belum mendapat akreditasi.
Salah satu penyebabnya, peralatan belum memadai. ”Juga masih kekurangan tenaga ahli kimia,” ucapnya.
Ismail menuturkan, pihaknya terakhir kali mendapatkan bantuan peralatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI pada 2022.
Saat ini yang bisa dioperasikan hanya empat peralatan. Salah satunya, satu peralatan portabel dengan dua parameter yang digunakan untuk mengecek kadar keasaman atau PH, suhu, dan amonia pada air.
”Tahun ini kami tidak melakukan pengadaan peralatan dan pengembangan laboratorium. Sebab, tidak ada anggaran,” jelasnya.
Dia menerangkan, saat ini yang mengurus laboratorium tersebut hanya bagian P2KL. ”Meski memiliki tenaga ahli bidang kimia, tidak diberdayakan di laboratorium DLH. Sebab, mereka diperbantukan di kantor lain,” imbuhnya. (c5/yan)
Editor : Ina Herdiyana