Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Metode Pijat Lengkung Permudah Masa Panen Buah Jeruk

Achmad Andrian F • Minggu, 8 September 2024 | 20:44 WIB
SEGAR: Moh. Romli mencoba mengupas buah jeruknya di kebun Dusun Candih, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Kamis (8/8). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
SEGAR: Moh. Romli mencoba mengupas buah jeruknya di kebun Dusun Candih, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Kamis (8/8). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Jeruk siam memiliki warna kulit kuning kehijauan. Pijat lengkung (pikung) dapat menjadi solusi memanen buah dengan nama latin citrus tangerina tersebut.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kamal Romadhon menyampaikan, jeruk yang ditanam petani binaannya bernama jeruk siam.

Jeruk tersebut tergolong buah musiman yang berbunga setelah musim hujan. Perawatannya tidak begitu sulit.

”Setelah sekitar 100 hari akan berbunga. Selanjutnya, bersiap untuk memanen,” katanya Sabtu (10/8).

Sejak pembibitan, buah jeruk akan produktif untuk dipanen setelah dua tahun masa pembuahan.

Namun dalam perkembangan teknologi, buah jeruk sudah bisa dipanen dalam kurun waktu 1,5 tahun dengan menerapkan pikung. Yakni, memijat pada batang jeruk yang dapat merangsang untuk berbuah optimal.

”Buah pada pohon ini bisa memiliki ketinggian hingga empat meter. Makanya, untuk mempermudah dengan pijat lengkung ini,” jelasnya.

Pada dasarnya buah ini memiliki ukuran cukup besar dan lebat. Hal itu dapat dilakukan dengan cara penjarangan buah atau sortasi buah yang dilakukan dengan pagitrof (pemangkasan dahan).

Dengan demikian, dapat berpengaruh pada ukuran buah jeruk. ”Ketika buah jeruk kelihatan kecil-kecil, itu karena tidak ada penjarangan tadi,” jelasnya.

Pria berkacamata itu menyampaikan buah jeruk cocok hampir di semua tanah. Dia menyarankan ditanam di dekat sumber air, pekarangan, tegal yang kondisi tanahnya tidak lapang atau kering. Lahan itu usahakan paling lama tidak produktif 10 tahun.

”Yang penting tanahnya tidak begitu kering dan disiram jika tanah kelihatan kering,” paparnya.

Tiga jenis hama yang membuat jeruk tidak produktif. Yakni, belalang pemakan daun, diplodia yang disebabkan oleh jamur, dan lalat buah. Pencegahan tiga hama tersebut bergantung pada jenis hama masing-masing.

”Belalang cukup pemakan daun, diplodia ini penyemprotan belerang cair dan perangkat buah. Sehingga, bisa mencegah jeruk tidak produktif,” pungkasnya. (ay/luq)

Editor : Achmad Andrian F
#Masa panen #buah #buah jeruk #Pijat lengkung #jeruk