BANGKALAN, RadarMadura.id – Belasan puskesmas mendapat alat sanitarian kit dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. Namun, pemberian sarana pengujian lingkungan itu tidak merata.
Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Bangkalan Arif Budhiarto menyatakan, sanitarian kit merupakan sarana untuk mengetahui kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Satu paket sanitarian kit dilengakapi alat pengujian kualitas udara, air, dan makanan. ”Salah satunya bisa mengetahui apakah air mengandung E. coli atau tidak,” ujarnya.
Pihaknya tidak menampik sarana sanitarian kit yang diserahkan ke puskesmas tidak merata. Sebab, dari 22 puskesmas yang ada di Bangkalan, hanya 14 yang menerima bantuan sarana pengujian kualitas udara, air, dan makanan.
Jumlah itu sudah disediakan dengan kebutuhan di setiap puskesmas. ”Yang menentukan penerima sanitarian kit Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kami tidak bisa langsung mengasih,” ujarnya.
Saat ini hanya ada tiga puskesmas yang memiliki alat sanitarian kit. Yakni, Puskesmas Bangkalan, Tanah Merah, dan Tragah. Jadi, ada lima puskesmas yang belum mendapat sanitarian kit.
”Lima puskesmas yang mendapat (sanitarian kit). Sisanya menyusul, kami akan ajukan untuk mendapat tahun depan,” ujarnya.
Aris mengungkapkan, setiap puskesmas akan diwajibkan melaporkan hasil temuan tentang lingkungan di aplikasi sistem informasi kelola limbah (Sikelim). Khususnya di pasar rakyat, rumah warga, dan tempat lainnya.
”Misalnya, jika diketahui daerah tertentu mengandung zat kapur tinggi, bisa ditindaklanjuti ke musrenbang desa untuk kebutuhan airnya,” jelasnya.
Petugas sanitarian Puskesmas Sepulu Dian Ekawati menyampaikan, satu paket tersebut terdiri atas berbagai alat ukur.
Sarana yang diterima diharapkan mempermudah pengawasan lingkungan di wilayah kerjanya.
Tujuannya, meningkatkan lingkungan sehat sesuai dengan standar kesehatan,” katanya. (ay/jup)
Editor : Ina Herdiyana