BANGKALAN, RadarMadura.id – Pembangunan Pelabuhan Madura Industrial Seaport City (MISI) di Desa Junganyar, Kecamatan Socah, Bangkalan, kembali diseriusi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan kini mulai mengkaji ulang feasibility study (FS) pembangunan pelabuhan itu.
Review FS yang dilakukan pemerintah melibatkan konsultan. Dana yang harus dikeluarkan Pemkab Bangkalan untuk membayar jasa konsultan mencapai Rp 100 juta.
Program itu melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bangkalan.
Kabid Tata Ruang DPUPR Bangkalan Alifin Rudiansyah menyatakan, review FS yang dilaksanakan merupakan tindak lanjut dari studi kelayakan sebelumnya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jatim dan pusat. Yakni, 2011 silam.
”Saat ini kami menilai den me-review kembali terkait perencanaan pembangunan jalan menuju Pelabuhan Socah tersebut. Di mana sebagian jalannya sudah ada yang dikerjakan,” katanya kemarin (9/8).
Pengkajian jalan dimulai dari akses Jembatan Suramadu hingga Kecamatan Socah dengan bentang jalan 14 kilometer.
Meliputi Desa Morkepek, Desa Sendang Daja, Sendang Laok, Pandebeh, Socah, dan Petaonan yang akan bermuara di Desa Pernajuh.
Proses pengkajian tersebut dilaksanakan oleh jasa konsultan dengan anggaran Rp 100 juta.
”Proses pengkajian ini membutuhkan waktu tidak sebentar, karena harus melihat respons masyarakat kembali terkait pembangunan jalan ini,” tambahnya.
Ada beberapa kajian yang perlu dinilai ulang. Seperti harga tanah, harga konstruksi, dan kebutuhan anggaran lainnya.
Dengan demikian, hasil studi tersebut bisa menjadi pertimbangan untuk pembangunan selanjutnya.
”Sebab, pasti berubah, terutama terkait harga. Apalagi, subjek dan objek di lapangan sudah tidak sama kondisinya dengan dulu,” paparnya.
Pembangunan Pelabuhan MISI masuk pada pusat pertumbuhan baru yang digagas oleh pihak swasta.
Namun, pihaknya tidak bisa memastikan kapan pelabuhan tersebut akan ditindaklanjuti.
”Tahapan selanjutnya masih panjang. Di antaranya untuk pembebasan lahan,” pungkasnya. (ay/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta