Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ternyata Tembakau di Blega Bangkalan Miliki Kandungan Nikotin Tinggi, Hasil Pengecekan BSIP TAS Bersama Disbun Provinsi Jatim

Hendriyanto • Jumat, 9 Agustus 2024 | 14:54 WIB

TINJAU: Tim dari Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, BSIP TAS, Dinas Pertanian (Disperta), APTI, LIRA Bangkalan saat meninjau tembakau milik petani di Desa Alasrajah, Blega, Bangkalan, Kamis (8/8).
TINJAU: Tim dari Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, BSIP TAS, Dinas Pertanian (Disperta), APTI, LIRA Bangkalan saat meninjau tembakau milik petani di Desa Alasrajah, Blega, Bangkalan, Kamis (8/8).

BANGKALAN, RadarMadura.id -Tanaman tembakau belakangan ini menjadi komoditas yang cukup menjanjikan bagi para petani. Permintaan pabrikan dan harga yang tinggi membuat banyak petani tergiur bertani tembakau kembali.

Tak terkecuali di Kabupaten Bangkalan, meskipun selama ini di Kota Salak tersebut tidak pernah terdengar ada petani tembakau. Namun, saat ini mulai digalakkan pertanian tembakau di beberapa kecamatan.

Petani yang memulai tanam tembakau tersebut berada di Desa Alasrajah, Blega, Bangkalan. Desa yang memiliki lebih dari 1.500 KK  itu memang mayoritas petani. Saat ini ada sekitar dua hektar lahan yang ditanami tembakau oleh petani.

Sunari salah satu petani mengaku, menanam tembakau hanya ingin mencoba komoditas baru. Sebab selama ini, usai panen padi, sebagian besar lahan petani menganggur.

Baca Juga: Permohonan Izin Pembelian Didominasi Pabrikan Lokal, Disbun Jatim Sebut Kandungan Nikotin Tembakau Blega Tinggi

”Selain memanfaatkan lahan yang selama ini nganggur, kami mencoba tanam tembakau, apalagi dapat support dari Dinas Perkebunan Provinsi Jatim,” ucapnya.

Dia berharap tanaman tembakau yang saat ini berusia dua bulanan itu bisa berhasil seperti para petani di kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

”Doakan saja mudah-mudahan berhasil,” harapnya.

Sementara itu, pada Kamis (8/8) Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jatim, Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Pemanis dan Serat (BSIP TAS) Malang dan Dinas Pertanian Bangkalan mengecek langsung tembakau milik petani di desa tersebut.

Baca Juga: BEP Tembakau Tahun Ini Naik, Diskop UKM dan Perindag Sumenep Berharap Harga di Pasaran Lebih Tinggi

Hasilnya, tanaman tembakau milik petani tersebut lumayan bagus. Meskipun tidak secara keseluruhan. Pihak petugas di dinas terkait juga sudah rutin melakukan pemantauan.

”Secara umum cukup baguslah, apalagi petani disini pemula dan baru sekarang tanam tembakau, itu dilihat dari daun dan pertumbuhannya. Tinggal nanti memperluas lahan dan perkembangannya,” ucap Heri Pradowo fungsional BSIP TAS Malang di lokasi pertanian.

Ditanya soal kualitas, pria berperawakan tinggi itu belum memastikan secara rinci. Sebab untuk menentukan hal itu nanti bisa ditentukan saat daun tembakau kering.

”Secara kasat mata daunnya memiliki kandungan nikotin tinggi, karena kalau dipegang daunnya rekat,” pungkasnya.

Baca Juga: Bantuan Pupuk NPK dan ZK untuk Petani Tembakau Belum Disalurkan, Disperta KP Sampang Targetkan Tuntas Agustus

Sementara itu Kabid Tanaman Semusim Disbun Provinsi Jatim Prasojo Bayu mengaku sengaja mengajak BSIP TAS dan Disperta di Kabupaten Bangkalan untuk mengawal para petani agar hasilnya maksimal.

Menurutnya, jika di Kabupaten Bangkalan sudah banyak petani yang merambah ke tanaman tembakau akan berdampak multiplier effect.

”Jika banyak yang tanam, otomatis banyak mempekerjakan buruh. Selain itu Ketika panen, nilai jualnya tinggi juga berdampak pada perekonomian keluarga petani. Begitupun seterusnya,” ucapnya.

Baca Juga: Tujuh Parpol di Sampang Tak Bisa Usung Bacakada di Pilkada

Pihaknya berjanji akan terus menfasilitasi petani tembakau yang ada di Madura khususnya di Kabupaten Bangkalan.

”Karena di Bangkalan ini baru mulai, kita akan terus support dan terus kita pantau. Ini muaranya kan supaya petani bisa sejahtera dengan menanam komoditas yang nilai jualnya tinggi,” pungkasnya. (gik/dry)

Editor : Hendriyanto
#tembakau #bangkalan #blega #disbun jatim #Petani #madura