BANGKALAN, RadarMadura.id – Sorak riang gembira terjadi di Gedung R.P. Moh. Noer Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Senin (5/8).
Ribuan mahasiswa stand by memegang Bendera Merah Putih menggelorakan semangatnya, mengikuti kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB).
Rektor UTM Safi menyatakan, lembaganya menerima sekitar 4.700 mahasiswa baru dari 17 ribu perndaftar.
Ribuan mahasiswa yang kini mengikuti PKKMB itu diterima dari berbagai jalur pendaftaran.
Seperti, seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP), seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT), dan seleksi mandiri.
”Saat ini masih berproses empat jalur masuk UTM. Yakni, jalur mandiri gelombang dua, jalur afirmasi mahasiswa asing, jalur rekognisi pembelajaran lampau (RPL), dan program magister,” ujarnya.
Mahasiswa baru (maba) di kampus terbesar di Madura tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Meskipun angkanya tidak signifikan.
”Peminat yang ingin masuk ke UTM hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu di angka 17 ribu lebih,” kata Safi'.
Mantan dekan Fakultas Hukum (FH) UTM itu berkomitmen untuk mendorong mahasiswa baru agar senantiasa menciptakan inovasi. Karena itu, UTM sudah menyiapkan sarana penunjang.
Di antaranya, pusat inkubator bisnis yang disiapkan untuk membentuk mental kewirausahaan mahasiswa melalui beragam program.
Kemudian, UTM mewajibkan agar program riset mandiri melibatkan mahasiswa.
”Harapannya, inovasi itu tidak dilahirkan oleh dosen, tapi mahasiswa juga ikut berkontribusi dalam melahirkan inovasi-inovasi,” sambungnya.
PKKMB yang dilaksanakan UTM dihadiri Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.
Kehadiran mantan gubernur Jatim itu cukup spesial karena bertepatan dengan puncak Dies Natalis Ke-23 UTM.
Kehadiran mantan menteri sosial (Mensos) itu diharapkan bisa memotivasi dan melahirkan semangat maba.
”Kami berharap mahasiswa bisa meneladani kesuksesan Ibu Khofifah, karena beliau juga berangkat dari nol dan sekarang menjadi figur yang sukses dan layak untuk dicontoh dan diteladani,” urainya.
Sementara Khofifah Indar Parawansa mengajak maba UTM menjadi very-very important person (VVIP) untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dengan demikian, mahasiswa baru UTM memiliki jiwa eksekutif manajer yang luar biasa.
”Di prodi dan fakultas apa pun, saya ingin menempatkan sebagai VVIP yang siap menyambut Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Khofifah menambahkan, mahasiswa harus dididik secara komprehensif.
Sementara inovasi harus terus dibangun agar maba bisa menjadi pionir Indonesia maju, hebat, dan emas. Inovasi mahasiswa harusd ibangun, pesannya. (za/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta