Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Produksi Pelet Sebulan Dua Ton, Tekan Pengeluaran Biaya Pakan Lele

Achmad Andrian F • Minggu, 4 Agustus 2024 | 16:48 WIB
PRODUKSI SENDIRI: Abu Yasid menunjukkan produksi pelet lelenya Kamis (1/8). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)
PRODUKSI SENDIRI: Abu Yasid menunjukkan produksi pelet lelenya Kamis (1/8). (M. KHOLIL RAMLI/JPRM)

 

BANGKALAN, RadarMadura.id – Berhasil menciptakan inovasi sendiri bukanlah hal yang mudah. Abu Yasid, warga Sobih, Kecamatan Burneh, Bangkalan, memerlukan kesabaran dan ketelatenan untuk memproduksi dua ton pelet lele dalam satu bulan.

Mendung dengan sedikit gerimis menyelimuti perjalanan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) saat menuju rumah Abu Yasid.

Cuaca itu seolah menambah keintiman suasana di perjalanan. Memberikan nuansa khas yang mengundang.

Sesampainya di Dusun Durian, Desa Sobih, suasana tenang dan alami menyambut. Rumah Abu Yasid yang terletak di tengah-tengah perkampungan terasa sangat damai.

Terlihat sederhana namun hangat, mencerminkan keramahan dan kehidupan di dusun tersebut.

Di dalam rumah yang dikelilingi pepohonan itu, JPRM disambut penuh keakraban. Diskusi dengan Abu Yasid pun berlangsung hangat, diwarnai dengan cerita-cerita dan pengalamannya.

Sehingga, membangun jembatan antara dunia luar dan kehidupan desa yang sederhana namun kaya makna. ”Saya membuat pelet lele mandiri itu sejak 2017 akhir,” kata Yasid, Kamis (1/8).

Pria 32 tahun itu memulai usaha membuat pelet mandiri untuk mengurangi pengeluaran biaya pakan dalam budi daya lele.

Dengan langkah strategis, dia berharap dapat mengendalikan biaya operasional yang kerap melonjak tinggi.

Sebelumnya, selama tiga tahun budi daya lele sering menghadapi tantangan terkait biaya pakan yang terus meningkat.

Barulah kemudian memutuskan untuk mencari solusi yang lebih ekonomis dan efisien dengan memproduksi pelet sendiri. ”Juga untuk meningkatkan kualitas pakan,” sebutnya.

Bagi Yasid, proses pembuatan pelet mandiri ini memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus.

Bahan campuran memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar. Kemudian, diolah melalui berbagai eksperimen. ”Yang penting untuk pelet lele itu kandungan proteinnya,” tuturnya.

Dia mengakui awalnya menghadapi beberapa kendala. Namun, upaya Yasid kini menunjukkan hasil yang memuaskan.

Usahanya tidak hanya berdampak positif pada keberhasilan budi daya lelenya, melainkan juga memberikan manfaat bagi peternak lain.

Dengan metode pembuatan pelet yang efisien dan biaya yang lebih terjangkau, Yasid turut membantu meningkatkan kesejahteraan komunitas peternak di sekitarnya.

”Kelebihannya itu, kita bisa mengatur sendiri kadar protein yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Setelah tujuh tahun memproduksi pelet lele mandiri, Yasid mengumpulkan beragam pengalaman berharga.

Kini, rumah produksinya mampu mencetak dua ton pelet lele setiap bulan. Ini mencerminkan keberhasilan dan kemajuan usahanya tersebut.

”Awal-awal produksi 15–25 kilogram (kg) butuh waktu dua jam. Karena kapasitas alatnya kecil dan manual. Sekarang sudah pakai mesin, produksi 50 kg hanya butuh waktu setengah jam,” terang Yazid.

Melihat pertumbuhan sektor budi daya lele di Bangkalan yang terus meningkat, dia merasa semakin yakin kebutuhan akan pakan berkualitas akan terus bertambah. Hal ini membuka peluang masa depan bisnis pelet mandiri sangat menjanjikan.

Pelet lele mandiri hasil produksi Yasid dijual dengan harga Rp 10 ribu per kilogram. Harga ini dirancang agar terjangkau oleh peternak lele. Sehingga, mereka dapat memperoleh pakan berkualitas dengan biaya yang efisien.

Dengan harga yang kompetitif ini, Yasid berharap dapat memenuhi kebutuhan pakan lele bagi peternak lokal sekaligus memberikan nilai tambah bagi usahanya. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.

”Saat ini saya belum siap untuk memasarkan lebih luas karena belum mampu memproduksi dalam kapasitas besar. Hanya bisa memenuhi kebutuhan peternak lele lokal,” tegasnya. (c3/luq)

Editor : Achmad Andrian F
#pelet #produksi #lele #Pakan #biaya #pakan lele