BANGKALAN, RadarMadura.id – Masalah kekeringan kerap menghantui petani dalam bercocok tanam.
Kendala itu menjadi perhatian Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan.
Organisasi perangkat daerah (OPD) itu tahun ini membeli pompa air Rp 42,5 juta untuk diberikan kepada petani.
Kabid Penyedia Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dispertapahorbun Bangkalan Karyadinata mengakui, pihaknya kebagian dana pokok-pokok pikiran (pokir) dewan. Terutama, anggota komisi B.
Pihaknya sudah membeli lima unit pompa air. Harga tiap unit Rp 8.500.000. ”Alhamdulillah pengadaan pompa air terealisasi,” katanya.
Karyadinata menambahkan, pompa air itu akan didistribusikan kepada kelompok tani (poktan) di beberapa desa.
Perinciannya, Poktan Binoh Bersinar, Desa/Kecamatan Burneh dua unit; Poktan Sumber Tani 8 Kokop, Desa Mandung, Kecamatan Kokop satu unit; Poktan Sandang Pangan 3, Desa Sobih, Kecamatan Burneh, satu unit; dan Poktan Tani Makmur 4, Desa Banangkah, Kecamatan Burneh, satu unit.
Distribusi pompa air paling ditarget selesai 31 Desember 2024. ”Sekarang masih proses pengajuan SK hibah sebelum didistribusikan,” imbuhnya.
Pengadaan pompa air ini bertujuan agar bisa membantu petani yang membutuhkan air.
Dengan demikian, bisa dimanfaatkan untuk mengalirkan air dari sungai atau sumber ke sawah.
”Harapannya bisa digunakan untuk antisipasi kekeringan tanaman dengan tersedianya pompa air,” harapnya. (c5/luq)
Editor : Ina Herdiyana