Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bertransformasi Jadi Perusahaan Progresif, PT Sumber Daya Siap Garap Tiga Renbis dan Optimalkan Aset BUMD

Ina Herdiyana • Senin, 29 Juli 2024 | 22:21 WIB
Depositphotos
Depositphotos

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kinerja PT Sumber Daya Patut diapresiasi. Sebab, performa dan pencapaian badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut terus mengalami peningkatan. Bahkan bertransformasi menjadi BUMD yang progresif.  

Selain itu, mampu memberikan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Tahun ini PT Sumber Daya Bangkalan merealisasikan dividen atau PAD Rp 1,3 miliar atas proyeksi dividen 2023. Dividen itu lebih besar dibandingkan target yang dicanangkan, yakni Rp 1 miliar.

PT Sumber Daya juga ikut serta memberikan PAD lewat penyewaan aset Pemkab Bangkalan berupa Gedung Serbaguna Rato Ebuh Rp 1,2 miliar dalam dua tahun terakhir, yakni 2023–2024.

Selain itu, perusahaan milik Pemkab Bangkalan tersebut juga melakukan minimalisasi penyertaan modal macet yang terjadi dalam kurun waktu  2019–2020. Yakni, yang terjadj saat kepengurusan direksi yang lama.

”Sekarang sudah ada beberapa pengembalian modal yang pernah dikeluarkan oleh PT Sumber Daya,” ucap Plt Direktur Utama PT Sumber Daya Yudha Alihamsyah.

Dalam menjalankan operasi, Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) PT Sumber Daya memiliki lima rencana bisnis (renbis) lima tahunan. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Permendagri 118/2018.

Tiga renbis di antaranya berkaitan dengan kegiatan hulu dan hilir migas. Yakni, participating interest (PI) sembilan persen, proyek hulu dan hilir migas pembangunan mini liquefied natural gas (LNG).

Kemudian, persewaan Gedung Serbaguna Rato Ebuh dan pemanfaatan tiga aset produktif milik PT Sumber Daya.

Yakni, aset berupa dana likuid BUMD di Jalan Halim Perdanakusuma, Kelurahan Mlajah. Kegiatan tersebut untuk mengimplementasikan renbis Pertamina retail atau program kolaborasi BUMN dan BUMD.

Pemanfaatan aset lainnya adalah pengoperasian aset bus sebagai angkutan untuk mendukung program pemprov, yaitu Trans Jatim. Juga Trans Bangkalan dan  program bus pariwisata dan sekolah.

Baca Juga: Biaya Listrik PJU di Bangkalan Sedot Anggaran Belasan Miliar

Dari lima renbis dan optimalisasi aset BUMD itu, empat di antaranya sudah memberikan kontribusi keuntungan perusahaan dan PAD ke Pemkab Bangkalan.

Yakni, PI sembilan persen, persewaan Gedung Serbaguna Rato Ebuh, billboard, dan program dana likuid BUMD. Tinggal tiga renbis dan optimalisasi beberapa aset yang on progress dan akan diimplementasikan.

Antara lain, renbis Pertamina retail yang merupakan program kolaborasi BUMN dan BUMD.

Proyek sektor hulu migas BUMD PT Sumber Daya Bangkalan sudah mendapat sertifikat migas atau centralized integrated vendor database (CIVD) untuk melakukan pengadaan barang dan jasa di lingkungan industri migas dan Small Scale Mini LNG Plant.

Yudha memaparkan, PI sembilan persen menjadi pintu masuk untuk melaksanakan dua kegiatan hulu dan hilir migas, yakni proyek hulu migas dan mini LNG.

”Untuk CIVD kemungkinan kita harus masuk dengan cara kemitraan (KSO) atau masuk sebagai main contractor (vendor) dalam KKKS (kontraktor kontrak kerja sama),” sambungnya.

Sedangkan mini LNG atau pembangunan fasilitas kilang gas alam cair berskala kecil akan memberikan dampak positif pada daerah.

Salah satunya, PAD akan semakin meningkat. Juga mampu menjadi pengungkit pertumbuhan  ekonomi masyarakat Kota Salak.

”Untuk mini LNG masih dalam proses penjajakan dengan PT Petronesia Global Holdings Limited,” ujar Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Resiko Aminullah. (jup)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#pemkab bangkalan #perusahaan #bumd #pt sumber daya #progresif