BANGKALAN, RadarMadura.id – Usaha budi daya lele milik Pendiono, warga Kelurahan Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan, banyak memberi manfaat bagi keluarganya.
Informasinya, usaha tersebut dirintis berkat kepiawaiannya mengelola beasiswa anaknya yang diperoleh dari sekolah.
Pendiono membenarkan hal tersebut. Dia memiliki inisiatif untuk menekuni usaha budi daya ikan lele setelah anaknya mendapatkan beasiswa dari sekolah.
Beasiswa itu dijadikan modal beternak lele. ”Beasiswa anak yang saya kelola dulu sebesar Rp 700 ribu. Daripada habis buat jajan mending buat modal usaha,” ujarnya.
Pria dengan sebutan Pak Ongot itu mulai membuka usaha budi daya ikan lele semenjak 2012.
Saat itu, peternak lele di Bangkalan masih sangat sedikit. ”Satu tahun pertama, saya kebingungan. Maklum belum memiliki pengetahuan,” tuturnya.
Berkat ketekunannya, lambat laun usahanya mulai berkembang. Sejak 2013, dia mulai menikmati jerih payahnya dari budi daya lele tersebut.
”Sebelumnya banyak tantangan yang dilalui. Bahkan, pada tahun pertama, saya mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta,” jelasnya.
Dijelaskan, usahanya kini sudah berjalan 12 tahun. Saat ini, dia sudah mempunyai pekerja yang berasal dari Desa/Kecamatan Socah. ”Seribu ekor bibit lele saya jual Rp 160 ribu,” paparnya.
Saat ini, dia memiliki banyak pelanggan. Mulai dari pedagang kaki lima hingga pondok-pondok pesantren.
”Satu kilogram lele saya jual seharga Rp 26 ribu,” tandas pria berusia 46 tahun tersebut. (c4/yan)
Editor : Ina Herdiyana