BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat 750 formasi dalam pengadaan calon aparatur sipil negara (CASN) 2024.
Terdiri dari seleksi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Namun, hingga saat ini kuota formasi tersebut belum di-breakdown (dirinci).
Kepala BKPSDA Bangkalan Ari Murfianto menyatakan seleksi CASN masih tahap verifikasi rincian formasi. Namun yang pasti terdiri dari 120 seleksi CPNS dan 630 PPPK.
Formasi CPNS akan dibuka untuk tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga teknis.
Sedangkan PPPK akan dibuka untuk tenaga pendidikan, kesehatan, dan teknis. Namun, kuota seleksi untuk guru, tenaga kesehatan, dan teknis belum dirinci
Ari mengungkapkan, formasi CASN tahun ini lebih sedikit dibandingkan pada 2023. Buktinya, tahun lalu Pemkab Bangkalan mendapat 1.020 formasi.
”Memang menurun, karena ada sejumlah pertimbangan. Salah satunya faktornya, kemampuan anggaran. Apalagi, gaji PPPK dibebankan pada pemkab,” imbuhnya.
Ari mengungkapkan, terdapat sekitar 3.000 pegawai yang saat ini berstatus non-ASN. Terdiri dari guru, tenaga teknis, dan tenaga kesehatan.
Dengan demikian, formasi yang dibuka tahun ini tidak akan mengakomodasi harapan ribuan pegawai di lingkungan Pemkab Bangkalan yang ingin menjadi ASN.
Mantan sekretaris Satpol PP Bangkalan itu memprediksi seleksi PPPK dan CPNS digelar Juli mendatang.
Saat ini dirinya masih menunggu turunnya petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. ”Kami belum menerima juknisnya,” sambung Ari.
Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman menyatakan, pemerintah harus mengkaji secara betul tentang pengadaan tenaga PPPK.
Sebab, fiskal daerah sangat terbatas. Bahkan, 60 persen dari APBD Bangkalan habis untuk biaya pegawai.
”Kalau ini tidak diperhatikan, akan mempengaruhi pembangunan ke depannya,” katanya.
Pihaknya juga mendesak pemkab untuk memverifikasi tenaga kontrak yang ada saat ini.
Sebab, ditengarai banyak pegawai yang tidak pernah masuk. Bahkan, juga ada yang bekerja di luar daerah.
”Masalah ini harus diperhatikan agar tidak menjadi beban bagi anggaran pemkab,” katanya. (ay/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia