BANGKALAN, RadarMadura.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kembali kampanye antikorupsi Jumat (31/5).
Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Agung Bangkalan tersebut menyasar generasi muda.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief menyatakan, program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Bangkalan menyasar berbagai kelompok.
Salah satunya, peserta didik yang masih duduk di bangku pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD).
Tujuannya, menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini. ”Sikap antikorupsi yang dimaksud, sikap, jujur, adil, bertanggung jawab, berani, sederhana, disiplin, mandiri, kerja keras, dan peduli,” ucapnya Jumat (31/5).
Penyampaian nilai-nilai antikorupsi terhadap anak usia dini dilakukan dengan metode interaktif yang menyenangkan.
Seperti mendongeng dan bernyanyi bersama. Sehingga, nilai-nilai antikorupsi bisa diterima dan dipahami dengan baik oleh peserta didik.
”Dengan cara-cara menyenangkan seperti itu, akan menjadi kenangan manis bagi mereka (siswa),” imbuhnya.
Penjabat (Pj) Bupati Bangkalan Arief M. Edie menyatakan, kampanye antikorupsi yang dilaksanakan KPK terhadap siswa sangat positif.
Sebab, dapat memperluas pengetahuan dan wawasan siswa antikorupsi.
Pendidikan di Bangkalan saat ini sudah menerapkan kurikulum antikorupsi.
Sehingga, edukasi yang dilaksanakan KPK membuat siswa tidak hanya mengenal tentang antikorupsi dari buku. Tapi, mendapat edukasi secara langsung dari sumbernya.
”Dengan hadirnya KPK, siswa bisa tahu secara langsung apa itu KPK beserta dengan tugas dan kewenangannnya. Maka, kami sampaikan terima kasih kepada KPK bisa turun ke Bangkalan seperti sekarang,” sambungnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Sugianto Zein menyampaikan, salah satu metode pemberantasan dilakukan dengan cara pencegahan.
Yakni, dengan memberikan pemahaman dan edukasi tentang tindak pidana korupsi.
”Pemberantasan korupsi tidak melulu dengan pendidikan. Salah satu cara yang tidak kalah penting yaitu pencegahan,” tutur pria berkacamata tersebut.
Terdapat beberapa agenda sosialisasi antikorupsi yang akan dilaksanakan KPK selama melakukan roadshow di Bangkalan. Sasarannya semua kelompok lapisan masyarakat.
Kesempatan untuk mendapat edukasi tentang antikorupsi harus dimanfaatkan dengan baik oleh segenap lapisan masyarakat.
”Tidak semua daerah masuk lokus yang disinggahi KPK dalam program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi. Kesempatan untuk bertanya dan mendapatkan pemahaman secara langsung tentang korupsi harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Bangkalan,” katanya. (jup)
Editor : Fatmasari Margaretta