BANGKALAN, RadarMadura.id – Anggaran peningakatan infrastruktur jalan permukiman fantastis. Nilainya Rp 18 miliar.
Namun, dana jumbo yang dipecah 120 paket proyek jalan permukiman tersebut belum direalisasikan.
Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan menyatakan, peningkatan infrastruktur jalan permukiman tidak hanya dilaksanakan di perkotaan, tetapi juga di wilayah perkotaan.
”Pekerjaannya memang belum dimulai,” ucapnya, Senin (20/5).
Pria yang dipanggil Ayik itu mengungkapkan, peningkatan infrastruktur jalan permukiman dilakukan dengan berbagai jenis kegiatan.
Pavingisasi, hotmix, dan lapen. Ratusan paket proyek itu saat ini masih tahap lelang.
”Juni pengerjaannya dipastikan berjalan karena sudah memasuki musim kemarau,” tambahnya.
Anggaran yang dialokasikan untuk satu program peningkatan infrastruktur jalan permukiman variatif. Mulai dari Rp 55 juta hingga Rp 185 juta.
Besarannya disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan usulan dari anggota DPRD Bangkalan.
”Untuk panjang dan lebar fisik itu tergantung anggaran dan bentuk kegiatan,” tutur pria berkacamata itu.
Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman menyampaikan, pengerjaan proyek peningkatan infrastruktur jalan permukiman segera dieksekusi sehingga tidak menyebabkan keterlambantan. Pengerjaannya juga harus dipastikan mengedepankan kualitas.
”Segera lakukan titik survei, jangan biasakan lamban. Kami sudah menganggarkan untuk kegiatan ini. Jangan terlalu santai biar segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegasnya. (ay/jup)
Editor : Ina Herdiyana