BANGKALAN, RadarMadura.id – Lapangan pekerjaan di Kabupaten Bangkalan diprediksi kian meluas. Sebab, jumlah perusahaan yang berdiri di Kota Salak terus bertambah.
Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disnaker) Bangkalan mengeklaim hal itu selaras dengan terdaftarnya kepesertaan jaminan kerja.
Fungsional Mediator Hubungan Industrial Disnaker Bangkalan Eli Prasetia mengatakan, tahun ini pihaknya belum melakukan update data terkait jumlah perusahaan.
Namun, jika merujuk data tahun 2023, jumlah perusahaan di Bangkalan telah mengalami peningkatan. ”Insyaallah Juni ini kembali melakukan update data,” katanya.
Menurutnya, dalam kurun waktu sembilan bulan, jumlah perusahaan di Bangkalan terus bertambah.
”Jika pada Maret 2023 ada 5.205 tenaga kerja dari 240 perusahaan, maka pada Desember 2023 ada 5.254 tenaga kerja dari 265 perusahaan,” imbuhnya.
Dijelaskan, dari angka tersebut, terjadi peningkatan sebanyak 49 tenaga kerja dan 25 perusahaan baru.
”Mereka terdiri dari pelaku usaha telekomunikasi, distributor, packing, dan lain sebagainya,” ulasnya.
Dijelaskan, Pemkab Bangkalan terus berkoordinasi dengan perusahaan yang tidak mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan.
Pasalnya, pada Maret 2023, ditemukan 1.114 tenga kerja yang tidak memiliki jaminan sosial.
”Setelah ada penambahan tenaga kerja, juga ada penambahan peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya.
Eli Prasetia mengungkapkan, institusinya telah intens menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan.
Tujuannya, untuk mengajak perusahaan bekerja sesuai aturan. ”Saat mendata, kami juga menanyakan apakah ada peserta yang belum didaftarkan,” paparnya.
Sementara itu, Kabid Kepesertaan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura Rizky Nurul Azizah belum bisa memberikan jumlah peserta yang baru bergabung.
Sebab, yang bersangkutan sedang menghadiri acara di luar kota. ”Maaf, saya sedang ada agenda di Sampang,” pungkasnya. (ay/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti