Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tahun Ini Pemkab Bangkalan Akan Sertifikasi 762 Aset

Berta SL Danafia • Rabu, 15 Mei 2024 | 18:55 WIB
SERTIFIKASI: SDN Martajasah salah satu aset yang baru disertifikasi Pemkab Bangkalan, Selasa (14/5).
SERTIFIKASI: SDN Martajasah salah satu aset yang baru disertifikasi Pemkab Bangkalan, Selasa (14/5).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemkab Bangkalan harus lebih giat menyelesaikan persoalan aset yang belum disertifikasi.

Sebab, target dan anggaran yang dialokasikan Pemkab Bangkalan untuk sertifikasi aset tahun ini tinggi. Sementara realisasi di lapangan masih minim.

Kabid Administrasi Aset BPKAD Bangkalan RP Abdoes Sjahid mengatakan, upaya sertifikasi tanah terus dilakukan institusinya.

Baik tanah yang menjadi target tahun ini maupun yang bersengketa.

”Penyelesaian sertifikasi tanah tahun 2023 tidak sesuai dengan target. Jadi, tahun 2025 kembali ditarget. Khususnya, tanah yang bermasalah,” katanya.

Menurut dia, total aset milik pemkab 1.879 bidang. Sementara yang tersertifikasi baru 682 bidang.

Tahun ini pemkab mengalokasikan anggaran Rp 500 juta untuk proses sertifikasi aset tersebut.

”Anggaran itu untuk membayar jasa BPN (badan pertanahan nasional),” tambahnya.

Dia menjelaskan, jika dibandingkan tahun lalu, anggaran tersebut mengalami kenaikan yang cukup fantastis.

Sebab, pada tahun lalu pemkab hanya mengalokasikan anggaran Rp 36 juta. Kenaikan anggaran tersebut juga selaras dengan target sertifikasi yang ditetapkan pada tahun ini.

”Tahun ini anggarannya naik karena targetnya juga naik sekarang,” ungkapnya.

Dia menambahkan, target sertifikasi tahun ini 762 bidang. Perinciannya, 316 sisa aset 2022 dan 446 aset merupakan target baru.

Hingga kemarin, baru ada sembilan bidang yang tersertifikasi dan 23 tanah yang telah memiliki peta bidang. ”Sembilan itu lembaga SD semua,” jelasnya.

Pria yang disapa Sjahid itu menyatakan, pemberkasan 316 bidang telah masuk ke BPN. Sedangkan ratusan sisanya masih ada di setiap organisasi perangkat daerah (OPD).

”Hal itulah yang menjadi salah satu faktor lambannya sertifikasi tanah. Yang sudah mengumpulkan masih di bawah 10 persen,” paparnya.

Sjahid mengungkapkan, pihaknya pesimistis tahun ini mencapai target.

”Setiap tahun biasanya kami hanya mampu menyelesaikan 150 bidang. Jika 316 bidang ini tuntas, berarti mencetak rekor baru,” pungkasnya. (ay/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#bangkalan #sertifikasi #aset