BANGKALAN, RadarMadura.id – Anggaran pembangunan jalan usaha tani (JUT) dan jaringan irigasi air tanah (JIAT) mencapai Rp 1,2 miliar.
Namun, anggaran proyek yang melekat di Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dispertahorbun) Bangkalan itu masih ngendon karena belum direalisasikan.
Kabid Prasarana-Sarana dan Penyuluhan Dispertapahorbun Bangkalan C Henry Kusuma Karyadinata menyatakan, lokasi pembangunan infrastruktur pertanian tersebut telah ditentukan.
Yaitu, berasal dari usulan anggota DPRD Bangkalan. ”Ini pokir (pokok-pokok pikiran anggota DPRD) semua,” ucapnya.
Anggaran Rp 1,2 miliar itu dipecah untuk 14 paket proyek peningkatan infrastruktur pertanian.
Masing-masing tersebar di tujuh desa di empat kecamatan (perinciannya lihat grafis).
Pihaknya tidak menapik, 14 paket proyek itu belum terealisasi. ”Tapi, ini belum dikerjakan,” ujar pria yang biasa disapa Chek tersebut.
Pengerjaan 14 paket proyek itu dilaksanakan dengan sistem penunjukan langsung.
Saat ini masih dalam penunjukan konsultan pengawas. ”Tinggal menunggu pemilik kegiatan, perencananya sudah,” tambahnya.
Pihaknya menarget penunjukan pelaksana kegiatan proyek yang berumber dari APBD tersebut bisa tuntas.
Dengan demikian, Juni atau Juli pengerjaannya bisa dilakukan. ”Tinggal menunjuk kontraktornya. Juli sudah jalan semua,” jelasnya.
Baca Juga: Diskan Bangkalan Belum Salurkan Bantuan Pengembangan Budi Daya dari Pemprov Jatim
Di tempat terpisah, Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Rokib menyampaikan, usulan JUT dan JIAT merupakan aspirasi dari masyarakat.
Pihaknya mendesak dinas untuk diproses dan dilaksanakan sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan aksesibilitas pertanian di Bangkalan.
”Kalau dinas peduli kegiatan itu segera diproses. Masyarakat sudah menunggu karena ini akses untuk meningkatkan prekonomian petani,” pintanya. (ay/jup)
Editor : Ina Herdiyana