BANGKALAN, RadarMadura.id – Populasi sapi di Kabupaten Bangkalan mencapai 143.000 ekor. Namun, tidak semua tergolong bibit sapi unggulan.
Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan mendata, hanya ada 30 ekor bibit sapi unggulan.
Kabid Pembibitan Pakan dan Produksi Peternakan (P4) Disnak Bangkalan Suba’i mengatakan, pihaknya menerbitkan surat keterangan layak bibit (SKLB) untuk ternak yang tergolong bibit unggul.
Surat tersebut untuk meyakinkan pembeli bahwa ternah yang dijual merupakan bibit unggulan.
Karena itu, surat tersebut dikeluarkan sebagai syarat pengiriman sapi ke luar Bangkalan. Sejauh ini, baru 30 sapi yang telah mengantongi SKLB. ”Itu karena ada persyaratan dari kota tujuan,” katanya.
Suba’i terus berupaya menjaga kualitas bibit sapi Madura. Dia mengaku memiliki daerah yang akan dijadikan kajian pembibitan sapi.
Namun, untuk merealisasikan terkendala anggaran. ”Dulu kami pernah berencana membentuk Kampung Sapi Lokal Asli Madura (Salama). Tapi, kami pending karena terkendala anggaran,” tuturnya.
Suba’i tidak menampik lalu lintas sapi dari Bangkalan yang dikirim ke luar Bangkalan cukup tinggi.
Untuk memenuhi tingginya permintaan itu, peternak hanya bisa melakukan penggemukan dengan membeli sapi dari kabupaten tetangga.
”Kami belum bisa mandiri. Alternatifnya, para peternak membeli sapi di pasar hewan seperti Pamekasan dan Sampang,” ungkapnya.
Menurut dia, Kabupaten Bangkalan belum memiliki sumber bibit sapi. Saat ini pihaknya sedang berupaya menjadikan salah satu ternak sebagai sumber daya genetik hewan (SDGH).
”Kami mengusulkan kambing pote sebagai SDGH. Ini juga bagian dari pembibitan pada ternak di Bangkalan,” tukasnya. (ay/bil)
Editor : Ina Herdiyana