Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bangkalan Hanya Memiliki 30 Bibit Sapi Unggulan

Ina Herdiyana • Sabtu, 11 Mei 2024 | 18:14 WIB

 

SEPI: Seekor ternak berada di lahan kosong di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Jumat (10/5). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
SEPI: Seekor ternak berada di lahan kosong di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Jumat (10/5). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Populasi sapi di Kabupaten Bangkalan mencapai 143.000 ekor. Namun, tidak semua tergolong bibit sapi unggulan.

Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan mendata, hanya ada 30 ekor bibit sapi unggulan.

Kabid Pembibitan Pakan dan Produksi Peternakan (P4) Disnak Bangkalan Suba’i mengatakan, pihaknya menerbitkan surat keterangan layak bibit (SKLB) untuk ternak yang tergolong bibit unggul.

Surat tersebut untuk meyakinkan pembeli bahwa ternah yang dijual merupakan bibit unggulan.

Karena itu, surat tersebut dikeluarkan sebagai syarat pengiriman sapi ke luar Bangkalan. Sejauh ini, baru 30 sapi yang telah mengantongi SKLB. ”Itu karena ada persyaratan dari kota tujuan,” katanya.

Suba’i terus berupaya menjaga kualitas bibit sapi Madura. Dia mengaku memiliki daerah yang akan dijadikan kajian pembibitan sapi.

Namun, untuk merealisasikan terkendala anggaran. ”Dulu kami pernah berencana membentuk Kampung Sapi Lokal Asli Madura (Salama). Tapi, kami pending karena terkendala anggaran,” tuturnya.

Suba’i tidak menampik lalu lintas sapi dari Bangkalan yang dikirim ke luar Bangkalan cukup tinggi.

Untuk memenuhi tingginya permintaan itu, peternak hanya bisa melakukan penggemukan dengan membeli sapi dari kabupaten tetangga.

”Kami belum bisa mandiri. Alternatifnya, para peternak membeli sapi di pasar hewan seperti Pamekasan dan Sampang,” ungkapnya.

Menurut dia, Kabupaten Bangkalan belum memiliki sumber bibit sapi. Saat ini pihaknya sedang berupaya menjadikan salah satu ternak sebagai sumber daya genetik hewan (SDGH).

”Kami mengusulkan kambing pote sebagai SDGH. Ini juga bagian dari pembibitan pada ternak di Bangkalan,” tukasnya. (ay/bil)

Editor : Ina Herdiyana
#bangkalan #Dinas Peternakan #bibit #unggulan #sapi #disnak