BANGKALAN, RadarMadura.id – Tenaga kesehatan hewan (keswan) yang berstatus pengawai negeri sipil (PNS) di Bangkalan Minim.
Buktinya, dari 52 tenaga keswan di bawah Disnak Bangkalan, 40 di antaranya merupakan tenaga swadaya.
Kabid Keswan Disnak Bangkalan Ali Makki tidak menampik, SDM paramedis berstatus ASN hanya 12 orang. Sementara 40 lainnya bersifat tenaga swadaya.
”Karena belum ada pengangkatan pegawai PNS ataupun PPPK, kalaupun ada di bagian bidang lain,” ujarnya.
Puluhan paramedis itu melayani 273 desa yang tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan. setiap paramedis ada yang menangani 3–6 desa.
Salah satu paramedis yang menangani enam desa terdapat di wilayah Kecamatan Blega.
”Bergantung banyaknya desa juga. Misalnya, di Kecamatan Blega hanya ada dua petugas, jadi satu orang bisa melayani enam desa,” paparnya.
Kebutuhan paramedis di setiap kecamatan tidak sama. Disesuaikan dengan populasi ternak. Salah satu wilayah yang tidak membutuhkan banyak paramedis yaitu di Kecamatan Kota.
Sebab, populasi sapi di wilayah kecamatan kota tidak banyak seperti kecamatan lainnya.
”Dengan 52 tenaga paramedis ini, saya kira masih bisa meng-cover pelayanan kesehatan hewan ternak,” sambungnya.
Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Abdul Aziz menyampaikan, SDM paramedis yang ada di disnak harus tetap dimaksimalkan.
Dengan begitu, pelayanan kesehatan hewan maskimal di semua kecamatan.
”Jika memang tidak ada formasi untuk PNS ataupun PPPK, disnak bisa memaksimalkan tenaga swadaya,” sarannya. (za/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia