Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pembimbing Umat yang Disiplin Itu Berpulang, Ribuan Warga Turut Mengiringi Pemakaman KH Zubair Muntashor

Hera Marylia Damayanti • Senin, 29 April 2024 | 13:55 WIB
BERDUKA: Ribuan warga menyambut kedatangan jenazah KH Zubair Muntashor di Pesarean Martajasah, Bangkalan, Minggu (28/4). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
BERDUKA: Ribuan warga menyambut kedatangan jenazah KH Zubair Muntashor di Pesarean Martajasah, Bangkalan, Minggu (28/4). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Masyarakat kembali berduka dengan berpulangnya KH Zubair Muntashor.

Cicit Syaikhona Kholil itu wafat sekitar pukul 10.30 Minggu (28/4). Ribuan warga mengiringi pemakamannya hingga ke kompleks Pesarean Martajasah.

Ketua PCNU Bangkalan Kiai Makki Nasir menyatakan, KH Zubair Muntashor merupakan sosok yang selama ini menjadi panutan umat. Memiliki sikap totalitas dalam membimbing dan membina umat Islam.

Karena itu, keluarga besar bani Kholil dan masyarakat sangat kehilangan atas kepergian KH Zubair Muntashor.

”Kami benar-benar kehilangan sosok panutan, pembimbing umat Islam yang disiplin dalam keilmuan dan waktunya,” imbuhnya.

Semasa hidupnya, KH Zubair Muntashor sangat disiplin. Bahkan, dia membangunkan sendiri para santrinya di Ponpes Nurul Cholil untuk melaksanakan salat Subuh.

”Terkait dengan salat, beliau betul-betul menjaga,” imbuhnya.

KH. Zubair Muntashor semasa hidup.
KH. Zubair Muntashor semasa hidup.

Secara silsilah, KH Zubair Muntashor merupakan cicit Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. Ibundanya, almarhumah Nyai Nadifah, merupakan anak dari Kiai Imron bin Syaikhona Kholil.

”Beliau ini generasi keempat dari Syaikhona Kholil Bangkalan,” sambungnya.

Ketua Himpunan Santri dan Alumni Nurul Cholil (Hisan) Kecamatan Tanah Merah Hambali Zufadz menyampaikan, kepergian KH Zubair Muntashor sangat mengagetkan. Khususnya bagi para alumni Nurul Cholil.

”Kami sangat kehilangan guru tercinta,” ujarnya.

Ada tiga pesan dari KH Zubair Muntashor yang sampai saat ini dipegang teguh oleh dirinya.

Yakni, harus istiqamah, bersih, dan jujur. Pesan tersebut dia dapat saat menghadap untuk meminta restu dan barokah ketika ingin membuka usaha.

”Pesan itu benar-benar saya terapkan sampai sekarang. Pesannya sederhana, tetapi memiliki filosofi yang mendalam,” imbuhnya.

Photo
Photo

Hambali mengartikan, istiqamah berarti harus konsisten. Maka, dirinya harus bertahan dalam bisnis yang digeluti.

Kemudian bersih, maka sebagai usahawan harus menghindari perbuatan atau sikap tercela.

Kemudian jujur, berarti tidak boleh berbohong dalam berwirausaha. Menurutnya, pesan KH Zubair Muntashor memberikan banyak manfaat kepada dirinya.

”Tiga pesan itu tidak hanya untuk berwirausaha, tetapi kunci untuk bisa sukses di semua bidang,” imbuhnya.

Salah satu manfaat yang dirasakan dari mempraktikkan tiga pesan tersebut, yaitu semakin memiliki relasi yang luas dalam berwirausaha.

”Awal memulai usaha tidak memiliki kenalan dan relasi mana pun. Tapi, alhamdulillah kini punya banyak relasi,” tuturnya. (za/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#panutan #KH Zubair Muntashor #cicit #Syaikhona Muhammad Kholil #berpulang #Pembimbing #Nurul Cholil #disiplin #umat islam