Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Launching Kitab Basatiinul Imdad wal Is’ad, Lora Ismail Persembahkan untuk Mendiang Nyai Muthmainnah  

Fatmasari Margaretta • Senin, 8 April 2024 | 20:05 WIB

 

PRODUKTIF: Lora Ismail Al Ascholy (kopiah hitam) menyerahkan karya kitab Syaikhona Muhammad Kholil dan karya kitabnya kepada Habib Ali al-Jufry beberapa waktu lalu. (LORA ISMAIL AL ASCHOLY UNTUK JPRM)
PRODUKTIF: Lora Ismail Al Ascholy (kopiah hitam) menyerahkan karya kitab Syaikhona Muhammad Kholil dan karya kitabnya kepada Habib Ali al-Jufry beberapa waktu lalu. (LORA ISMAIL AL ASCHOLY UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura,id – Haul akbar Syaikhona Muhammad Kholil ke-102 digelar bersamaan peringatan 40 hari wafatnya almarhumah Nyai Muthmainnah, Minggu (7/4).

Di waktu yang bersamaan, Muhammad Ismail Al-Ascholy atau Lora Ismail Al-Ascholy akan me-launching kitab berjudul Basatiinul Imdad wal Is’ad .

Ismail Al-Ascholy menyampaikan, kitab ini sengaja di-launching pada peringatan 40 hari wafatnya sang ibu Nyai Muthmainnah. Sebab, kitab tersebut disusun atas permintaan mendiang ibunda.

”Setahun yang lalu Ummi nyuruh saya mengumpulkan beberapa doa untuk ditulis,” katanya, Jumat (29/3).

Dia mengungkapkan, doa yang dimaksud merupakan kumpulan pesan WhatsApp almarhumah Nyai Muthmainnah dari Syaikh Ahmad Amin Bin Sa’dudin Bin Almurad.

Syaikh Amin merupakan guru Nyai Muthmainnah dari Makkah yang rutin mengirim doa melalui WhatsApp. Hal itu berlangsung sejak 2018 setiap Jumat hingga sekarang

”Pesan Syaikh Amin kepada Ummi berisi doa dan nasihat serta petunjuk dan petuah. Silaturahminya melalui doa,” ungkapnya.

Lora Ismail memaparkan, doa tersebut sangat istimewa untuk dibaca. Sebab, setiap doa yang dikirim selalu berbeda dan tidak berulang.

Namun, dirinya baru bisa membukukan secara maksimal setelah Nyai Muthmainnah sakit.

”Waktu Ummi sakit di Malaysia, baru saya bisa cepat menulis, mumpung Ummi masih ada,” paparnya.

Kitab berjudul Basatiinul Imdad wal Is’ad tuntas ditulis setelah ibunya sadar dari koma. Belum selesai diterbitkan, Nyai Muth lebih dulu dipanggil Tuhan.

”Buku ini pernah dibaca Ummi. Tapi, sebelum dicetak Ummi sudah wafat. Makanya saya berinisiatif me-launching-nya pada haul 40 harinya,” terangnya.

Lora Ismail memberikan judul kitab Basatiinul Imdad wal Is’ad yang bermakna taman karunia. Baginya, buku tersebut sebuah wasiat untuk mewujudkan harapan terakhir ibunya untuk bisa berbagi amal kebaikan untuk umat.

”Ini wasiat dari Ummi, supaya bisa dibaca semua umat. Alhamdulillah Syaikh Amin menyetujui dan memberikan ijazah juga,” pungkasnya. (ay/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#ramadan #whatsapp #terbit #istimewa #ulama #wasiat #kitab #doa #harapan