BANGKALAN, RadarMadura.id – Bagi warga Madura, Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang paling ditunggu. Momen Lebaran adalah waktu berkumpul dengan keluarga.
Selama Lebaran, anggota keluarga berkumpul dengan sanak saudara yang merantau di luar Madura.
Buktinya, banyak perantau pulang kampung atau toron ke Madura untuk merayakan Lebaran di kampung tercinta.
Agar keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga, aparat kepolisian dan institusi lainnya bekerja sama.
Sejumlah aparat dikerahkan dan disiagakan di sejumlah titik. Selain kamtibmas terjaga, arus lalu lintas tertib dan lancar.
KBO Satlantas Polres Bangkalan Ipda Muhamad Nurcahyono menyatakan, sejumlah personel akan diturunkan ke lapangan pada H-7 hingga H+7 Lebaran.
”Personel yang turun nanti bukan hanya dari satuan fungsi lalu lintas, melainkan juga dari satuan fungsi lainnya,” katanya.
Dia menjelaskan, khusus personel satuan fungsi lalu lintas, terdapat 57 anggota yang akan dikerahkan ke lapangan.
Untuk personel dinas perhubungan dan satuan polisi pamong praja (satpol PP), jumlahnya belum terkonfirmasi.
”Datanya ada di bagops. Bagian itu yang mengoordinasi ratusan personel yang akan dikerahkan dalam operasi terpusat tersebut,” tambahnya.
Dia menerangkan, posko lokasinya sudah ditetapkan. Perinciannya, pospam di Suramadu, Tanah Merah, Blega, Kota, Kamal, Tanjungbumi, dan Klampis.
Sedangkan pos pelayanan akan didirikan di Kecamatan Tanah Merah. ”Pos pantau didirikan di depan Bebek Sinjay dan Pasar Patemon,” ucapnya.
”Kami juga menyiapkan tim urai yang bergerak secara mobile untuk mengurai kemacetan dan berpatroli di titik-titik tertentu,” imbuhnya.
Pada Lebaran tahun ini, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua.
Jika tidak menggunakan kendaraan pribadi, disarankan memanfaatkan angkutan umum. ”Sebab, jika mengendarai sepeda motor, tidak safety dan terlalu berisiko,” ucapnya.
Sementara itu, Kabagops Polres Bangkalan AKP Moch. Rifai menyampaikan, pihaknya belum bisa memastikan jumlah personel yang akan diturunkan dalam Operasi Ketupat 2024.
Sebab, belum ada rapat koordinasi (rakor) dengan instansi terkait.
”Bagi yang ingin mudik, jangan berangkat mendekati hari raya. Lebih baik jauh-jauh hari saja,” sarannya. (ay/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia