BANGKALAN, RadarMadura.id – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan kembali mendapat anggaran untuk tim pendamping keluarga (TPK). Nilainya Rp 1,2 miliar.
Kabid Ketahanan dan Kesehatan Masyarakat DKBP3A Bangkalan Trisna Hadi Pranata memerinci anggaran untuk biaya operasional TPK.
Juga belanja internet atau pulsa petugas TPK agar maksimal melaksanakan tugas.
”Setiap mereka menyelesaikan laporan, honor diberikan. Tapi kalau pulsa setiap bulan,” katanya Selasa (13/2).
Anggaran yang dialokasikan tahun ini menyusut, yakni hanya Rp 1,2 miliar. Angka tersebut menyusut 50 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 2,4 miliar.
Pengurangan anggaran tersebut berimbas pada besaran pulsa yang akan diterima oleh TPK.
”Untuk operasionalnya tetap Rp 330 ribu per satu tim. Tapi untuk pulsa mungkin suplainya terlalu besar, jadi dikurangi,” jelasnya.
Hadi menyampaikan, saat ini petugas TPK di Bangkalan 2.451 orang.
Mereka tergabung dalam 817 tim yang terdiri atas bidan desa, pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), dan kader KB.
”Mereka bertugas pendampingan terhadap calon pengantin, ibu hamil, bayi baduta, dan ibu nifas. Hasil pendampingannya wajib dilaporkan,” jelasnya. (ay/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia