Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jatah Pupuk Bersubsidi 2024 Dipangkas, Dispertapahorbun Bangkalan Salahkan Cuaca

Berta SL Danafia • Rabu, 10 Januari 2024 | 15:25 WIB
BIBIT: Petani menanam padi di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Selasa (9/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
BIBIT: Petani menanam padi di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Selasa (9/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pupuk bersubsidi yang dialokasikan untuk Kabupaten Bangkalan tahun ini berkurang.

Penyebabnya, serapan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (dispertapahorbun) tidak mampu memaksimlkan serapan pupuk di 2023.

Sub Koordinator Pupuk, Pestisida, dan Alsintan Dispertapahorbun Bangkalan Rudi Hariyanto menyatakan, alokasi pupuk bersubsidi 2024 sudah di-plotting.

Sedangkan untuk Kota Salak kuantitasnya berkurang cukup signifikan dibandingkan 2023.

”Tahun ini alokasi pupuk bersubsidi kami berkurang banyak,” ucapnya Selasa (9/1).

Pupuk yang dialokasikan pemerintah pusat melalui Pemprov Jatim tahun ini hanya 22.891 ton.

Perinciannya, 13.401 ton pupuk urea dan 9.490 ton jenis NPK. Sedangkan tahun lalu alokasinya 36.018 ton.

GRAFIS: SIGIT AP/JPRM
GRAFIS: SIGIT AP/JPRM

Rudi mengakui, serapan pupuk bersubsidi 2023 tidak maksimal. Pihaknya berdalih kareana faktor cuaca, yaitu El Nino.

Akibatnya, banyak petani yang tidak menebus pupuk bersubsidi tersebut.

Pupuk bersubsidi yang tidak terserap mencapai 8.243 ton. Perinciannya, 4.311 ton pupuk urea dan 3.932 ton NPK.

Harga pupuk bersubsidi di 2023 pernah di atas harga eceran tertinggi (HET). Tetapi, petani tetap melakukan penebusan.

Kenaikan harga itu disebabkan biaya transportasi pengiriman. ”Menurut saya, biaya kirim itu wajar jika dibanding daerah lain,” ucapnya.

Rudi mengaku tidak khawatir meski alokasi pupuk bersubsidi tahun ini berkurang drastis. Sebab, pemerintah masih melakukan pengajuan.

Apalagi saat ini pemerintah pusat telah mempersiapkan anggaran Rp 19 triliun untuk mengantisipasi kekurangan pupuk subsidi.

”Itu perkiraan saya. Jadi, dimungkinkan kekurangan semester ini akan dialokasikan nanti di semester dua,” sambungnya.

Ketua Komisi B Bangkalan Rokib menilai, alasan pengurangan jatah pupuk lantaran dampak El Nino tidak logis.

Karena itu, pihaknya mendesak dispertapatahorbun mulai melakukan langkah-langkah antisipasi terjadinya kelangkaan di 2024.

”Dinas terkait harus juga evaluasi dan bisa mengantisipasi kekurangan ini,” pintanya. (ay/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#bangkalan #pupuk #madura